Kutacane NAD Sudah Kondusif, Aparat Masih Disiagakan

Kutacane NAD Sudah Kondusif, Aparat Masih Disiagakan

- detikNews
Senin, 26 Mar 2007 12:26 WIB
Kutacane - Situasi mulai kondusif pascakerusuhan penghitungan ulang suara hasil Pilkada di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (26/03/2007). Meski demikian, aparat keamanan dari kepolisian masih terus disiagakan. "Kita sudah menggeser personel kita yang dari Meulaboh, karena lebih dekat," terang Kabid Humas Polda NAD, AKBP Jodi Heriadi pada detikcom, Senin (26/03/2007). Ditambahkan dia, jumlah korban luka-luka dalam kerusuhan kemarin berjumlah 10 orang. Tiga dari aparat kepolisian dan 7 warga. "Tiga orang dari kepolisan yang terluka akibat lemparan batu, Bripda Didik Sukamto, Brigadir Abdullah Husein dan Bripda Aris Tumanggir. Ketiganya dari dari Polsek Badar," terang dia. Lebih lanjut, dijelaskan dia, kerusuhan itu bermula ketika dilakukan lanjutan penghitungan suara pada Minggu kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, di Gedung Olah raga Sepakat Segenap, Kutacane. Kerusuhan dipicu ketika sekelompok massa yang melakukan aksi demo di luar gedung meminta bertemu dengan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tenggara. Setelah negosiasi, perwakilan pendemo diizinkan masuk. Tapi setelah bertemu, bukan kata sepakat yang dicapai, tapi perwakilan pendemo hampir melakukan baku hantam dengan para anggota KIP Aceh Tenggara. Sebab, mereka menilai, pelaksanaan penghitungan ulang suara ini merugikan salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati Aceh Tenggara. Setelah pertemuan inilah, massa makin beringas. Mereka mulai melempari batu ke arah aparat kepolisian. Tak mau ambil risiko, aparat kepolisan yang terdiri dari satuan Brimob dan Polres Aceh Tenggara, berusaha membubarkan massa dengan memberikan tembakan ke udara. Tapi massa semakin beringas dan menjurus anarkis. Akibatnya, beberapa warga terkena tembakan peluru kosong. "Kita berharap agar semua kelompok dapat menahan diri. Dan mudah-mudahan, kondisi semakin kondusif. Tapi kita juga tetap mempersiapkan personel dari daerah-daerah terdekat untuk memberikan bantuan jika masih diperlukan," demikian AKBP Jodi Heriadi. (ray/asy)


Berita Terkait