Warga Bandung Antre Gas Elpiji
Senin, 26 Mar 2007 11:53 WIB
Bandung - Ratusan konsumen menyerbu agen gas elpiji PT Limas Sraga Inti, Jl Emong, Bandung, Jawa Barat. Hal ini menyusul kelangkaan gas di Bandung.Ratusan orang tersebut sudah mengantre untuk mendapatkan gas sejak pukul 05.00 WIB, Senin (26/3/2007). Mereka tidak hanya berasal dari kalangan rumah tangga, tapi juga pengecer dan pengusaha restoran.Semakin siang, antrean di agen elpiji tersebut semakin panjang. Bahkan hingga pukul 11.00 WIB, antrean tersebut memanjang hingga 800 meter. Pihak Limas Sraga Inti membatasi penjualan elpiji karena stok terbatas. Untuk kebutuhan rumah tangga, setiap warga hanya diizinkan membeli paling banyak 2 tabung. Sedangkan untuk pengecer maksimal 10 tabung.Namun demikian banyak konsumen, terutama pengecer, berusaha mengakali peraturan tersebut. Mereka menyuruh sejumlah orang untuk menjadi joki agar memperolah jatah elpiji yang lebih banyak."Saya tadi sudah dapat 10 tabung dan saya suruh 6 orang lainnya untuk antre lagi. Paling tidak saya bisa dapat 30 tabunglah," ujar Yohana, salah seorang pengecer di Jalan Suci, Bandung.Menurut Yohana, setiap tabung elpiji ukuran 12 Kg itu dijual kembali kepada konsumen seharga Rp 65.000. Padahal dia membeli dari agen hanya Rp 51.000 per tabung.Salah seorang warga, Prayogo, mengaku kelangkaan elpiji ini dialami sejak Jumat 23 Maret lalu. Kalau pun ada, pedagang menjualnya dengan harga yang sangat tinggi, sekitar Rp 60.000."Padahal biasanya hanya sekitar Rp 54 ribu untuk elpiji ukuran 12 kg," ujar Prayogo.Hal yang sama dialami oleh Wasti Ismail. Pemilik restoran Padang ini mengaku, biasanya dia mendapat kirimin elpiji seminggu 3 kali. Namun dalam seminggu ini, belum datang sama sekali."Saat saya telepon ke agen di suruh datang sendiri. Saya antre dari jam 09.00 WIB, dan belum dapat nih," ujar Wasti.Kepala pemasaran PT Limas Sraga Inti, Yono Syarif mengatakan belum tahu persis penyebab kelangkaan elpiji ini. Menurut dia, para agen juga antre untuk mendapatkan LPG di Pertamina."Biasanya dalam keadaan normal kami mendapat pasokan 115 ton LPG per hari. Tapi sekarang hanya 40 ton," ujar Yono.
(djo/asy)











































