Korban Lumpur Naik Kertajaya ke Jakarta, Jamin Tak Rusuh
Senin, 26 Mar 2007 11:40 WIB
Sidoarjo -
PT KA Daop 8 Surabaya meminta jaminan keamanan kepada rombongan korban lumpur dari Perum TAS I yang berangkat ke Jakarta dengan KA Kertajaya, Senin (26/3/2007). Mereka di Jakarta untuk demonstrasi menuntut cash and carry di Istana Negara. "Kita sudah hubungi korlapnya. Kita minta tetap bisa menjaga kawan-kawannya selama dalam perjalanan ke Jakarta nanti," kata Kahumas PT KA Daop 8 Surabaya, Sudarsono, kepada detikcom, Senin (26/3/2007). Sudarsono memastikan bahwa jadwal keberangkatan sesuai dengan tiket yang sudah dibeli oleh rombongan korban lumpur, yaitu hari ini. "Nanti mereka semua kumpul di Stasiun Pasar Turi pukul 1 siang. Karena keretanya berangkat pukul 3 sore," kata Sudarsono. Salah satu pimpinan rombongan, Bambang Tri Widodo, menyatakan bahwa tidak ada konvoi untuk mengantar warga TAS yang berangkat ke Pasar Turi dari Pasar Baru Porong. "Kita berangkat sendiri-sendiri. Baru kemudian ada upacara kecil-kecilan di stasiun menjelang keberangkatan kereta," kata Bambang Tri kepada detikcom. Bambang menjamin selama di perjalanan, warga TAS tidak akan berbuat yang aneh-aneh. "Di dalam rombongan ini ada 26 korlap. Insya Allah perjalanan pulang pergi tidak terjadi apa-apa," kata Bambang. Sasaran demo di mana saja? "Kita menuntut cash and carry ke Istana, Kantor Menko Kesra dan Kantor Menteri ESDM. Itu saja," jawab Bambang. Saat ini yang sudah tercatat ke data pimpinan rombongan sudah ada 550 orang yang menyatakan ikut ke Jakarta. "Kita sediakan tiket sekitar 700. Tapi mungkin ada yang beberapa batal. Tidak ikut ke Jakarta," tambahnya.
(gik/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































