Gunung Semeru Batuk, Abu Mengguyur Lumajang
Minggu, 25 Mar 2007 15:29 WIB
Lumajang -
Gunung Semeru di Jawa Timur terus batuk-batuk mengeluarkan debu. Akibatnya sebagian warga Kabupaten Lumajang diguyur hujan abu.Tidak ada kepanikan dari warga Lumajang yang tinggal di lereng dengan datangnya hujan abu tersebut. Mereka menganggap hal tersebut hal biasa sebagai gejala alam yang tidak perlu ditakutkan. Gunung api aktif tertinggi di Jawa Timur itu beberapa hari ini memang menunjukkan keaktifannya. Hujan yang terus mengguyur dengan curah yang cukup tinggi mengakibatkan lahar dingin mengalir ke sungai-sungai yang berada di lerengnya. Semisal Wahono (34). Warga Dusun Gunung Sawur, Kelurahan Sumber Wuluh, Kecamatan Candi Puro, Jawa Timur, mengaku hujan abu mulai terjadi sejak Sabtu 24 Maret 2007, pukul 23.00 WIB. Dia dan warga lainnya tidak begitu terkejut."Hujan abu bagi warga sekitar sudah biasa. Karena setiap gejala alam terjadi di Semeru pasti hujan abu," terang Wahono saat ditemui detikcom di kediamannya, Minggu (25/3/2007). Pantauan di desa setempat, ketebalan abu di genteng-genteng rumah warga sekitar 0,5 cm. Ketebalan debu akan semakin menebal karena Semeru masih memuntahkan abu. Letusan kecil masih terjadi sekitar 10 menit sekali itu. Puncak Semeru yang dikenal dengan Mahameru diselimuti kabut tebal.Hal senada juga disampaikan Suwardi, warga Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo. "Hujan abu terjadi pada dua bulan terakhir. Hanya tidak mesti. Kalau letusan besar, ya abunya terasa sampai di sini," kata Suwardi yang kampungnya berjarak 10 Km dari puncak Semeru itu. Aktivitas warga tetap normal. Terlihat para petani menggarap sawah maupun perkebunan. Hanya saja sungai-sungai yang mengalir dari puncak Semeru menjadi tontotan warga karena lahar dingin cukup deras. Seperti Sungai Lengkong, Besuk Bang, Besuk Sat dan Sungai Corak Kobokan.
(gik/ana)










































