PKS: Maulana Tersangka Teroris Bukan Kader
Minggu, 25 Mar 2007 11:40 WIB
Surabaya - Tersangka terorisme Maulana Yusuf Wibisono alias Holis dipastikan bukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Stiker PKS yang tertempel di rumah mertua Holis di Jl Putri Malu 21 B Tambakasri dianggap hal biasa. Sebab siapa saja bisa memasanga stiker PKS. Penegasan ini disampaikan Humas PKS Surabaya Bagus Wiyono. "Setahu saya dia bukan kader atau simpatisan PKS," tegas Bagus saat dihubungi detikcom di Surabaya, Minggu (25/3/2007). Penegasan Bagus ini berdasarkan database keanggotaan PKS yang dimilikinya. Menurutnya, database PKS sangat rapi sehingga mudah mengetahui siapa-siapa kadernya. Adanya stiker di rumah mertua Maulana juga tidak jauh berbeda dengan stiker yang ada di rumah-rumah warga sekitar. "Stiker kita memang terbuka untuk siapapun memasangnya. Kita juga bagi-bagikan ke masyarakat umum," terangnya. Mengenai kemungkinan mertua Maulana adalah simpatisan PKS, Bagus tetap membantahnya. "Sama sekali bukan. Kader PKS tidak berbuat seperti itu. PKS adalah partai dakwah. Selalu menyiarkan Islam dengan cara-cara yang sopan tanpa kekerasan," tukas Bagus yang mengaku tidak mengenal Maulana maupun nama aliasnya, Holis.Pernyataan serupa juga disampaikan Humas DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan. "Saya tidak kenal Maulana. Saya malah baru lihat wajahnya di koran," katanya singkat di sela Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
(gik/ana)











































