Cegah Rekayasa, Penangkapan Teroris Perlu Libatkan Pihak Lain

Cegah Rekayasa, Penangkapan Teroris Perlu Libatkan Pihak Lain

- detikNews
Sabtu, 24 Mar 2007 21:55 WIB
Jakarta - Untuk isu sebesar penangkapan teroris ditengarai rawan terjadinya rekayasa. Untuk mencegahnya diperlukan kerjasama semua pihak, bukan hanya polisi."Perlu ada sumber pengecekan yang lain, bukan hanya oleh polisi, tapi oleh BIN (Badan Intelijen Negara), masyarakat dan lain-lain. Informasi yang didapatkan masing-masing pihak perlu dikroscek supaya handal. sebab seringkali terjadi rekayasa," kata pengamat militer MT Arifin saat dihubungi detikcom di Jakarta, Sabtu (24/3/2007).Arifin mencontohkan seperti kasus yang di Temanggung, salah satu pihak menyatakan pelaku yang ditangkap adalah teroris sedang yang lain menyatakan bukan. Karena itu untuk mencegah perbedaan pendapat di lapangan diperlukan cek dan ricek."Ini bukan hanya persoalan profesionalisme tapi integritas. Pemerintah seharusnya menurunkan tim yang memastikan di lapangan. Ya kalau ini benar peristiwa dan faktual, ini kita acungi jempol. Tapi yang sangat penting adalah kepercayaan, faktual bukan rekayasa," urai Arifin.Perlunya pelibatan pihak-pihak terkait dan bukan hanya polisi menurut Arifin didasarkan pada analisanya akan adanya permainan di wilayah konflik yang dimainkan dari Jakarta."Terorisme indonesia itu apa? Kita belum temukan tipologinya. Kita definisikan terorisme lalu kita selesaikan. Sebab terorisme di Indonesia itu berbeda dengan internasional," tandasnya. Dia juga mengingatkan apabila penangkapan ini memang faktual yakni jaringan, bahan peledak, dan lainnya, terbukti dengan adanya buronan Poso yang ikut ditangkap, maka yang pelu dilakukan selanjutnya penyelesaian hingga ke wilayah konflik."Harus dirunut hingga ke wilayah konflik. Kemudian wilayah konflik diisolir," ucapnya. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads