Cinta Sepasang ABG Berakhir di Sumur Tua

Cinta Sepasang ABG Berakhir di Sumur Tua

- detikNews
Sabtu, 24 Mar 2007 19:59 WIB
Pekanbaru - Jalinan tali kasih sepasang ABG (anak baru gede) ini berakhir tragis. Cinta sejati yang mereka ikrarkan ternyata tak seindah yang diharapkan. Maut justru menjemput sang wanita lewat tangan sang pria. Mayatnya pun dibuang ke sebuah sumur tua.Kisah ini berawal dari rasa cinta yang dimiliki Nur Wahyuni Boru Situmeang (16) kepada temannya Burju Andi Sihombing (18). Nur yang terdaftar sebagai siswi kelas III MTS di Pekanbaru ini, rupanya benar-benar dimabuk asmara. Mereka kerap kali bertemu sepulang sekolah. Hingga pada satu hari, pasangan keksasih yang masih "bau kencur" ini, berjanji untuk saling bertemu. Pertemuan ini terjadi sekitar pertengahan Februari lalu. Tidak tahu persis kapan pertemuan itu terjadi, namun orang tua Nur mengaku kehilangan putrinya sejak 26 Februari 2007 lalu. Ceritanya, sepulang sekolah, Nur yang tinggal di Jl Meranti Pekanbaru ini ditemui kekasihnya. Tidak ada pikiran apapun dalam benak gadis berdarah batak ini. Apalagi selama ini mereka juga sudah sering bertemu. Sebagaimana hari itu, mereka berdua sepakat pergi ke sebuah perladangan milik orang tua Andi Sihombing di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Mereka berdua memadu kasih di sebuah gubuk. Di dalam gubuk ini, pasangan keduanya melakukan hubungan badan selayaknya suami istri. Namun, usai berhubungan Nur kemudian membujuk kekasihnya itu untuk segera mengantarkannya pulang. apalagi waktu sudah menjelang malam. Rupanya permintaan ini ditolak Burju, pemuda yang mengalami putus sekolah saat duduk di bangku SMU kelas I. Burju tetap membujuk Nur untuk tetap tinggal beberapa hari di gubuk tua itu. Tapi siswi ini terus menerus merengek meminta untuk diantar pulang. Desakan ini rupanya membuat Burju panik dan emosi. Dia malah mengikat Nur dan ditinggalkan sendiri di dalam gubuk tua yang jauh dari pemukiman penduduk. Kurang lebih selama 3 hari gadis malang ini disekap tanpa diberi makan.Selama itu pula Barju memintanya untuk melayani nafsu bejatnya. Melihat Nur yang lemas karena terikat dan tak diberikan makan, Burju bukannya kasihan, dia malah berbuat nekad dengan mencekik leher Nur sampai menghembuskan nafas terakhirnya. Untuk menghilangkan jejak dari aksi koboinya ini, Burju lalu membuang jasad Nur yang kaku ke dalam lubang sumur tua yang tak jauh dari lokasi pembunuhan. Adegan sadis ini, terkuak saaat rekontruksi yang digelar Poltabes Pekanbaru, Sabtu (24/3/2007) di Palas, Rumbai Pekanbaru. Rekonstruksi ini pun mengundang tontotan masyarakat di sekitarnya. Burju juga nyaris menjadi bulan-bulanan masyarakat. Untunglah puluhan petugas memberikan penjagaan yang ekstra ketat. Warga yang menyaksikan adegan sadis ini, sempat histeris ketika rekontruksi saat Borju membuang jasad pacarnya di dalam sumur tua. Ibu-ibu berteriak histeris. "Bunuh dia bunuh. Anak tengik, biadab," itulah umpatan kaum ibu melihat rekontruksi itu. Rekontruksi ini dipimpin Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru Kompol Trunoyudo WA. Usai melakukan rekontruksi, Burju yang kini menyandang status tersangka pembunuhan, digiring kembali ke Poltabes Pekanbaru, Jl A. Yani. Sementara itu, jasad Nur ditemukan pada 16 Maret 2007. Sejak membunuh, Burju terus bersembunyi. Dia baru keluar dari persembunyiannya karena terpancing petugas. Sebab, setelah membunuh Burju sempat menelepon orangtua kekasihnya untuk minta tebusan Rp 3 juta dengan asalan Nur dia culik. Polisi pun memancing Burju untuk mengambil uang tersebut. Saat itulah, Burju tertangkap. (cha/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads