Tetangga Kaget Maulana Ditangkap Polisi Terkait Terorisme
Sabtu, 24 Mar 2007 17:19 WIB
Surabaya - Maulana Yusuf Wibisono alias Kholis yang tinggal di kawasan Gang Wisma Putri Malu nomor 21 A, Tambak Asri, Surabaya merupakan sosok pendiam dan jarang bergaul. Karena itu, para tetangganya terkejut saat mendengar berita Maulana ditangkap polisi karena terkait terorisme. Maulana yang sehari-hari tinggal di rumah mertuanya ini dikenal jarang bicara dan bergaul dengan tetangga. Keterkejutan tetangga semakin lengkap saat Densus 88 Polri menggeledah rumah Mustaqim Syeikh, mertua Maulana itu.Warga sebagian besar kaget dan tidak percaya bahwa Maulana terlibat aksi terorisme di tanah air, meski mereka sebenarnya tak mengenal begitu dekat sosok Maulana. "Kita tahunya paling keluar rumah kalau mengantar anaknya sekolah atau momong anaknya," kata Sunarto, tetangga Maulana saat bincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (24/3/2007). Meski jarang bergaul, kata Sunarto, Maulana merupakan orang yang baik, ramah dan santun. "Dia selalu mengucap salam kepada pemuda maupun warga kalau pas bertemu," tambah dia. Kehidupan Maulana juga sederhana. Untuk menghidupi istrinya, Rohayah dan 4 anak-anaknya, Maulana bekerja sebagai teknisi komputer. Keempat anaknya adalah Isa, Akmal, Husen dan Lukman. "Kita tahu pasti aktivitas dia selama tinggal di sini," kata Sunarto.Pantauan detikcom, rumah Mustaqim Syeikh yang 6 tahun terakhir ditinggali Maulana dan keluarga ini berlantai 2 dan warna cat biru. Di bagian teras, terdapat dua KBU wartel milik Mustaqim. Di dinding depan rumah, terdapat stiker Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Kita juga kaget kalau tetangga kita ditangkap terlibat terorisme," kata warga yang lain. "Tahu-tahu kok banyak wartawan di rumah Maulana," tambah Agus warga lainnya.Maulana ditangkap Densus 88 Polri sebagai pengembangan kasus penangkapan terorisme di Sleman, DIY hari Selasa lalu. Dia ditangkap di Surabaya pada 21 Maret 2007 pukul 07.00 WIB.
(gik/asy)










































