Dibohongi, Anton Adrian Dendam Pada Penculik
Sabtu, 24 Mar 2007 17:18 WIB
Jakarta - Siapapun pasti kesal bila dibohongi. Itu juga yang dialami bocah korban penculikan, Anton Adrian. Kebohongan-demi kebohongan si penculik, menjadikan Adrian menaruh dendam."Sekarang saya dendam banget, saya pengen nonjok, tapi enggak boleh sama pak polisi. Habis saya dendam sih dibohongi," cetus Adrian usai pemeriksaan di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (24/3/2007).Kekesalan Adrian memang beralasan. Dia bersedia mengikuti Heri, karyawan ayahnya, hanya karena seekor anjing dalmatian. "Waktu itu Pak Heri telpon , katanya aku mau ditunjukkin anjing dalmatian. Tapi ternyata enggak dikasih anjing juga," ujar dia.Kebohongan lain adalah saat Heri mengatakan taksi yang membawa mereka berada di daerah Cilincing Jakarta Utara. Padahal aku tahu itu jalan ke airport (Bandara Soekarno-Hatta)," imbuh Adrian.Selama dalam penculikan, Adrian sudah meminta untuk dipulangkan. Namun Heri beralasan orangtua bocah itu sedang berada di Yogyakarta.Sekarang maunya apa? "Maunya mereka dihukum," kata Adrian pendek sambil memasukkan tangannya ke kantong celana.Adrian mengaku kini sudah bisa tidur dengan nyenyak. "Aku sih capek saja, tapi tidurnya nyenyak. Aku juga enggak mau pindah sekolah. Kata papa nggak usah dipikirin, nggak boleh trauma," tukasnya.Teman-teman sudah tahu penculikan ini? "Sudah, tapi aku enggak tahu cerita teman-teman," tandas Adrian.
(nvt/qom)











































