Septic Tank Luber Bikin Repot Rumah Tangga Kantor Presiden
Sabtu, 24 Mar 2007 15:20 WIB
Jakarta -
Bagi rumah tangga kita, septic tank mampet atau luber sudah masalah serius. Apalagi bagi Istana Kepresidenan. Lubernya septic tank bisa menjadi urusan besar. Lubernya septic tank Kantor Presiden beberapa hari lalu ternyata berbuntut panjang. Semua pihak terkait dalam lingkup rumah tangga Istana Kepresidenan yang terkait masalah itu dimintai pertanggugjawabannya. 'Investigasi internal' pun digelar. Mereka antara lain bagian umum, bangunan, sampai kontraktor pelaksana renovasi komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Mereka dicecar dua pertanyaan besar. Pertama, apakah unit septic tank itu Kantor Presiden sudah sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan. Baik dari segi daya tampung, kualitas bahan dan instalasi pipanisasinya. Kedua, apakah kegiatan penyedotan rutin dua kali setahun yang sudah disediakan dananya benar dilaksanakan. "Analisa dari Waskita Karya (kontraktor pelaksana renovasi) luber kemarin disebabkan naiknya permukaan air tanah yang sudah sangat jenuh karena tingginya curah hujan. Jadi air limbah (septic tank) yang harusnya terserap tanah, malah terdorong naik," papar seorang pejabat Biro Rumah Tangga Istana Kepresidenan pada detikcom melalui telepon (24/3/2007). Pihak kontraktor juga memastikan bahwa septic tank sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Istana Kepresidenan. Yakni berdaya tampung 12 meter kubik dan terbuat dari bahan fiber glass berkualitas yang sangat kuat. "Dengan kapasitas itu, mestinya nggak kepenuhan kalau rutin nyedotnya rutin dua kali setahun. Orang biro umum memastikan mereka laksanakan (penyedotan) rutin," sambung sang pejabat. Kabag Bangunan Istana Kepresidenan, Demak Tampubolon, yang dihubungi terpisah memberi jawaban berbeda. Berdasar hasil investigasi lapangan, ia berkesimpulan septic tank Kantor Presiden kepenuhan muatan. Kegiatan di Kantor Presiden memang sangat padat dan sering memakan waktu panjang, sehingga jumlah pemakai toiletnya pun juga banyak. Selain staf kepresidenan, ada ajudan para menteri, tamu, dan tentu saja wartawan. "Kelihatannya karena kebanyakan air nih, isinya sendiri (kotoran manusia) sih nggak banyak. Air itu kemarin merembes lewat pipa," ujar Tampubolon yang saat dihubungi tengah memantau penyedotan septic tank yang menggegerkan itu.
(lh/djo)










































