Begadang, Keringat dan Air Mata

Ke Final LOreal e-Strat Challenge

Begadang, Keringat dan Air Mata

- detikNews
Sabtu, 24 Mar 2007 15:12 WIB
Begadang, Keringat dan Air Mata
Den Haag-Bandung - Tim Rajawali ITB tidak pelit membagi rahasia kemenangan. Namun semudah itukah? Tidak. Diperlukan keringat, air mata serta begadang, begadang dan begadang... Jalan menuju sukses, di bidang apapun, ternyata tak semudah menyiapkan mi cepat saji. Demikian pula yang dialami Tim Rajawali ITB dalam kompetisi simulasi bisnis LOreal e-Strat Challenge edisi ke-7 tahun ini.Tim beranggotakan mahasiswa Strata-1 Pandu W. Sastrowardoyo, Yafis Afi dan Krisna Murti, yang dipoles Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB ini melaju ke final di Paris pada 18/4/2007 mendatang, setelah berjaya sebagai juara Zona 8 (Asia Tenggara dan Selatan).Yang menarik, Tim Rajawali menorehkan prestasi sebagai peraih nilai Share Price Index (SPI) tertinggi di antara 237 semifinalis. Padahal ketiga awak tim tidak memiliki latar belakang manajemen atau bisnis, melainkan teknik: Pandu dan Krisna dari Teknik Lingkungan, sedangkan Yafis dari Teknik Penerbangan.Kepada detikcom melalui wawancara jarak jauh, Tim Rajawali sudah membeberkan kiat dan rahasia sukses melaju ke final. Namun semudah itukah? Ternyata tidak."Kami bertiga sampai bergadang bermalam-malam untuk persiapan ikut kompetisi ini. Pokoknya hampir tidak tidur," kata Pandu.Menurut Pandu, persiapan Tim Rajawali sebelum kompetisi memakan waktu berbulan-bulan. Mereka melakukan riset mendalam mengenai LOreal e-Strat Challenge. Dalam ungkapan heroik: keringat dan air mata diperas habis-habisan. Ini menjadi salah satu kunci sukses tim mereka.Di mata Pandu, kompetisi simulasi bisnis LOreal e-Strat Challenge ini mirip dalam praktik bisnis nyata. Sangat realistis. "Perhitungannya mencakup segala aspek dari produksi sampai CSR (corporate social responsibility, red)," ungkap mahasiswa kelahiran Jakarta, 2/6/1984 ini.Dikatakan, bahwa daya kreatifitas tinggi sangat diperlukan dalam bersaing di LOreal e-Strat Challenge. "Yang dilatih di sini bukan hanya otak kiri yang menghitung-hitung, tapi juga otak kanan yang kreatif. Kreativitas dalam menjalankan strategi, pembuatan rencana bisnis, disain rencana bisnis, hingga pembuatan presentasi," imbuh Pandu.Setelah konsep disusun menjadi perusahaan virtual, selanjutnya ditentukan strategi penjualan, produk, serta strategi mendasar lainnya untuk bersaing melawan para kompetitor dari berbagai perguruan tinggi sedunia."Perusahaan yang dibeli oleh LOreal, itulah yang menang," demikian Pandu.Di babak final kategori Strata-1 nanti, Tim Rajawali akan mempresentasikan perusahaan kosmetik maya mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para petinggi LOreal dan perwakilan dari partner LOreal antara lain Business Week, StratX, dan Windows. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads