Setahun Kanker Mulut Rahim Bunuh 240 Ribu Wanita

Setahun Kanker Mulut Rahim Bunuh 240 Ribu Wanita

- detikNews
Sabtu, 24 Mar 2007 13:48 WIB
Jakarta - Kanker serviks alias kanker mulut rahim bak pembunuh berdarah dingin. Data WHO menunjukkan tiap tahun ditemukan 490 ribu perempuan mengidap penyakit itu. 240 Ribu di antaranya meninggal.80 Persen penderita kanker servick terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tiap hari ditemukan 41 kasus baru dan 20 kematian (data dari Globogan, 2002).Kanker mulut rahim disebabkan virus human papiloma (HPV). Virus ini ditemukan di daerah genital dan umumnya ditularkan melalui kontak seksual."Pada kenyataannya nanti suatu saat hampir semua pria dan perempuan yang telah berhubungan intim pernah terinveksi HPV, namun tergantung imun kita," kata dr Endy M Moeyni SpOG.Hal ini disampaikan dia dalam symposium bertajuk "Memahami A-Z kesehatan reproduksi wanita 30+" di Hotel Crown, Jakarta, Sabtu (24/3/2007).Menurut dia, inveksi ini seringkali tidak menimbulkan gejala dan banyak orang tidak tahu mereka terinveksi HPV."Pada stadium kanker biasanya gejala yang paling sering itu keluarnya cairan kekuningan dan vagina yang berbau, dan pendarahan setelah berhubungan intim," ujarnya.Pada stadium lanjut, kata Endy, biasanya keluhan nyeli panggul.Kanker ini cenderung muncul pada usia reproduktif antara umur 35-55 tahun."Pengobatannya berpotensi menimbulkan komplikasi. Kualitas hidup penderita kanker sangat menderita, apalagi saat penyakitnya kambuh dan menggangu kehidupan keluarga," kata Endy.Endy menuturkan, beberapa tahun terakhir mulai dikembangkan vaksin HPV. Vaksin ini mencegah inveksi 4 jenis HPV yakni tipe 6, tipe 11, tipe 16 dan tipe 18 yang bersama-sama menyebabkan 70 persen kanker serviks dan 30 persen kutil alat genital."Vaksin ini aman dan efektif diberikan pada perempuan yang berisiko terinveksi HPV sebelum mengadakan hubungan intim," kata dia.Guna mencegahnya, menurut Endy, setiap perempuan diberikan pengetahuan tentang kanker serviks, selalu melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini, dan bila sudah tersedia dan memungkinkan diberikan vaksi HPV. Waspadalah! (aan/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads