Ayah Anton Adrian Akui Tak Pernah Pecat Heri
Sabtu, 24 Mar 2007 03:17 WIB
Jakarta - Air susu dibalas dengan air tuba. Mungkin pepatah itu cocok untuk Heri, orang yang diduga menculik Anton Adrian Laisina, seorang murid kelas IV SD Don Bosco II. Setelah ditolong, Heri justru tega menculik anak dari orang yang telah menolongnya.Menurut ayah Adrian, Farley Laisina, Heri awalnya seorang joki three in one. Karena merasa kasihan, akhirnya Farley mempekerjakan Heri sebagai pesuruh di kantornya bekerja."Awalnya sebagai pesuruh tapi terus diangkat sebagai kepala gudang," kata Farley di rumahnya, Jl Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2007).Karena itu, Farley benar-benar tidak habis pikir kenapa Heri tega menculik Adrian. Farley juga membantah telah memecat Heri beberapa hari yang lalu. "Saya cuma minta dia membereskan urusan dia, hutang dia banyak, tapi ternyata kok malah seperti ini," keluh Farley.Adrian dilepas oleh penculiknya sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Ampera VII, Jakarta Utara setelah kurang lebih tiga hari diculik. Selanjutnya, siswa kelas IV SD Don Bosco II itu diantar oleh seorang tukang ojek.Sebelumnya, penculik meminta uang tebusan senilai Rp 300 juta. Namun setelah ditawar, penculik menurunkan hingga Rp 80 juta. Farley sempat mentransfer Rp 20 juta ke tiga rekening BCA.
(ken/ken)











































