Lokasi Penemuan Bangkai Heli 1996 dan 2007 Diyakini Sama
Jumat, 23 Mar 2007 18:39 WIB
Medan - Lokasi penemuan bangkai helikopter jenis Bolcow 105 HS 7060 milik TNI Angkatan Darat beberapa hari lalu dan lokasi penemuan pada 2 April 1996 diyakini memang benar sama. Bedanya, kondisi bangkai pesawat helikopter yang ditemukan saat ini sudah tidak lengkap. Ahmad Faisal, 35 tahun, salah seorang fotografer di Medan menyatakan, lokasi penemuan saat ini di Dusun Sumberikan II, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, memang sama persis dengan lokasi penemuan dahulu. Di pinggiran sebuah sungai di dalam hutan. "Setelah saya lihat yang ada di detikcom, dengan foto yang dulu saya ambil di sana, ya sama," kata Muhammad Faisal di Medan, Jumat (23/3/2007). Dikatakan Faisal, dia waktu itu masuk ke lokasi melalui Desa Doulu II, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, yang biasa disebut Sidebuk-debuk. Perjalanan menuju lokasi mencapai enam 6 jam. "Sempat tersesat beberapa jam. Namun pulangnya melalui jalur Jarang Uda, Kecamatan Simpang Empat, Karo, yang kemarin tempat berangkatnya tim SAR," kata Muhammad Faisal. Di lokasi itu, kata Faisal, ada dua batang pohon besar yang bagian pucuknya patah karena tertimpa helikopter saat jatuh. Pantauan detikcom di lokasi, kedua pohon itu masih ada. Hanya saja yang satu mati, sementara yang satunya sudah mulai bercabang lagi. Perbedaannya, kata Faisal, waktu itu helikopter masih terlihat kerangka besarnya. Lengkap dengan bagian belakang helikopter. Di situ ada tulisan "TNI-AD". Namun saat ini, yang ada hanya serpihan saja. Yang terlihat utuh beberapa bagian mesin. Penegasan tentang kesamaan lokasi itu juga disampaikan Edu Sinaga, 52, salah seorang anggota tim SAR yang turut melakukan pencarian pada tahun 1994, saat pesawat dinyatakan hilang. "Ya sama tempatnya. Saya berada di lokasi evakuasi pada tahun 1996, mewakili keluarga Almarhum Burhan Piliang. Setelah diidentifikasi di Rumah Sakit Angkatan Darat, Jalan Putri Hijau Medan, diketahui positif Burhan Piliang, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. Sementara jenazah Temy dan Diaz dikirimkan ke Jakarta dengan pesawat Merpati," kata Edu Sinaga.
(asy/nrl)











































