Pemprov Sumbar Ajukan Dana Bencana Rp 904 Miliar

Pemprov Sumbar Ajukan Dana Bencana Rp 904 Miliar

- detikNews
Jumat, 23 Mar 2007 17:16 WIB
Jakarta - Pemprov Sumatera Barat mengusulkan bantuan pascabencana gempa bumi kepada pemerintah pusat sebesar Rp 904 miliar dari total yang dibutuhkan Rp 1,6 triliun. Dana akan diprioritaskan untuk membangun kembali sarana kesehatan dan pendidikan yang rusak berat.Sementara untuk pendirian kembali rumah warga, Pemprov mengumpulkan agar masing-masing rumah yang rusak berat mendapat Rp 15 juta, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak ringan Rp 5 juta."Untuk yang rusak berat dan rusak sedang kami usulkan menjadi tanggungan pemerintah pusat, dan rusak ringan kami sendiri yang akan menanganinya," kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Kantor Presiden, Jalan Medan Mereka Utara, Jakarta, Jumat (23/3/2007).Berdasarkan penghitungan yang dilakukan Bappeda, total kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi mencapai Rp 1,6 triliun. Namun hanya Rp 904 miliar yang diajukan, karena tidak meliputi pemberian bantuan yang telah dianggarkan masing-masing departemen teknis.Lebih lanjut, dia mengatakan, atas permintaannya itu, Presiden SBY mengatakan, tim dari pemerintah pusat akan melakukan verifikasi terlebih dahulu di lapangan. Rencananya tim dari Menko Kesra dan Bappenas akan diberangkatkan ke Sumbar pekan depan."Segera setelah dilakukan verifikasi, bantuan untuk rumah-rumah yang roboh akan disalurkan. Presiden tidak ingin warga terlalu lama di tenda pengungsian untuk mencegah penularan penyakit," tutur Gamawan.Gamawan juga menuturkan, Presiden meminta pemerintah daerah berlaku adil dalam pengajuan bantuan, karena bencana tidak hanya terjadi di Sumbar tapi juga di beberapa daerah lain di tanah air.Sebaliknya, pemerintah daerah juga meminta pemerintah pusat agar tidak membedakan perlakuan antara daerah satu dengan daerah lainnya dalam penanggulangan bencana."Presiden minta agar pemprov bisa mengerti, tapi sebaliknya juga jangan sampai di daerah sana dapat begini, tapi di daerah ini dapatnya cuma segini," imbuh Gamawan. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads