Ba'asyir: Tersangka Sleman Mujahid Emosional, Bukan Teroris

Ba'asyir: Tersangka Sleman Mujahid Emosional, Bukan Teroris

- detikNews
Jumat, 23 Mar 2007 16:44 WIB
Solo - Abu Bakar Ba'asyir menganggap para tersangka pelaku teror yang ditangkapi polisi sebagai seorang mujahid yang emosional. Dia menolak keras penyebutan teroris bagi mereka. Menurutnya, satu-satunya teroris di dunia adalah Amerika Serikat dan sekutunya."Di Indonesia tidak ada teroris. Tidak ada pemuda dan aktivis Islam yang melakukan tindakan terorisme di sini. Semua yang mereka lakukan adalah kontra-terorisme. Yang melakukan terorisme adalah Amerika (Serikat) dan para sekutunya," ujar Ba'asyir kepada wartawan di Solo, Jumat (23/3/2007) sore.Meskipun mengaku kurang tahu siapa saja orang-orang yang ditangkap polisi dan apa saja kegiatan yang dilakukan, namun Ba'asyir tetap bersikeras menyebut mereka sebagai mujahid karena membela Islam dan umat Islam yang terus-menerus diperangi oleh AS dan sekutunya."Semua itu dilakukan sebenarnya untuk melawan Amerika yang bikin teror, tapi mungkin langkahnya emosional. Mereka adalah mujahid yang membela umat Islam dari orang-orang yang memerangi umat Islam tapi cararanya emosional. Ini yang saya tidak setuju. Tapi tujuan mereka itu sudah benar," ujar dia."Saya juga melawan Amerika tapi langkahnya tidak menggunakan bom karena ini wilayah aman. Di sini di bom dengan mulut saja. Bagi saya memang wajib memerangi Amerika, kalau ada jalan saya perang ke sana. Tapi jangan di wilayah aman. Jadi jangan ngawur," lanjutnya.Karena itulah Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini mempersilakan pemerintah menangkap mereka karena kesalahan yang dibuat, yaitu berbuat kekerasan dan menimbulkan kerusakan. Namun dia berharap Pemerintah tidak semaunya menuduh mereka sebagai teroris, karena yang mereka lakukan hanyalah reaksi dan aksi teror Amerika.Ba'asyir berharap jangan sampai ada penyiksaan terhadap mereka yang ditangkap dan dipaksa membuat pengakuan dibawah tekanan penyiksaan itu. Dia mengingatkan pengakuan Amrozi di bawah penyiksaan yang menyudutkan dirinya yang akhirnya dibantah sendiri oleh Amrozi di persidangan. (mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads