Ibunda Adrian Stres, Tak Pernah Tidur Sejak Anaknya Diculik
Jumat, 23 Mar 2007 14:31 WIB
Jakarta - Busanna Sidabutar nyaris tidak tidur sejak putra semata wayangnya, Anton Adrian Laisina diculik Rabu 21 Maret lalu. Sehari-harinya, Bussana hanya menangis, meratapi nasib putranya."Keluarga sudah stres, terutama ibunya. Ibu nggak tidur sudah beberapa hari ini. Nangis terus," ungkap Luni (20), pembantu rumah tangga di keluarga Farley Laisina saat ditemui detikcom di rumah Farley, RT 05 RW 05, Jalan Serdang Baru XII, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2007) pukul 13.45 WIB.Farley dan istrinya tidak bisa ditemui, karena sedang ke luar rumah sejak pukul 10.30 WIB.Keluarga Farley, kata Luni, masih menunggu kabar keberadaan Adrian yang hingga kini belum jelas dengan harap-harap cemas."Saya sendiri sedih Mas, soalnya sudah merawat Adrian sejak TK, sudah seperti adik saya sendiri," tuturnya.Luni menuturkan, setiap pulang sekolah biasanya Adrian dijemput ibu atau bapaknya. Terkadang Luni juga kebagian jatah menjemput Adrian. "Pulangnya biasanya pukul 13.15 WIB. Tapi Adrian minta nggak dijemput cepat-cepat, karena masih senang main di sekolah," ujarnya.Setiap saat, imbuh gadis tersebut, orangtua Adrian tidak berhenti mengingatkan putranya agar berhati-hati dengan orang asing. Jangan mau dijemput orang lain kecuali keluarga.Namun saat kejadian, Adrian diduga dijemput Heri, mantan pegawai di kantor hukum Farley. "Jadi ya memang sudah kenal banget sama dia. Kantor bapak kan nyatu sama rumah. Heri itu sebetulnya bukan sopir, tapi kerja sama bapak, ya suka disuruh-suruh," ungkapnya.Dari pengamatan detikcom, rumah Farley terlihat sederhana dan tidak menonjol di antara rumah-tumah tetangganya. Namun rumah tersebut berdiri di lahan yang cukup luas. Di parkiran rumah tersebut tampak dua mobil, satu Kijang Innova dan satu lagi Suzuki Katana.
(umi/asy)











































