SD Don Bosco II Perketat Keamanan, Ortu Murid Ketakutan
Jumat, 23 Mar 2007 13:54 WIB
Jakarta - Pasca penculikan Anton Adrian Laisina, keamanan SD Don Bosco II semakin diperketat. Dari tiga pintu gerbang, dua di antaranya kini ditutup rapat. "Jadinya cuma satu yang buka. Kayaknya keamanan makin diperketat. Soalnya ini nggak kayak biasanya," tutur Wati, ibu dua anak yang semuanya menimba ilmu di sekolah terebut.Biasanya, kata Wati, kepada detikcom di SD Don Bosco II, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (23/3/2007), setiap pulang sekolah, tiga pintu gerbang tersebut langsung dibuka agar penjemput bisa masuk.Namun sejak Kamis 22 Maret kemarin, pintu yang dibuka hanya satu. "Jadi agak kacau, kendaraan pada numpuk. Soalnya sekarang anak dijaga ketat, ditanya ini siapa yang jemput. Biasanya nggak," tutur Wati.Wati yang anaknya duduk di kelas III SD Don Bosco II dan TK Don Bosco II senang dengan pengetatan keamanan sekolah. "Soalnya saya juga khawatir dan kaget waktu dengar berita itu. Kebetulan saya selalu jemput anak-anak sendiri, nggak pernah nyuruh sopir atau baby sitter," tutur Wati.Wati mengaku selalu mewanti-wanti kedua anaknya agar tidak bersedia diajak orang yang tidak dikenal. "Sejak kejadian ini, saya selalu tekankan lagi sama anak saya, jangan keluar dari pagar sekolah sebelum lihat saya," katanya.Wati menuturkan, menurut informasi yang diperoleh dari putranya yang bernama Rizki, pihak sekolah sudah memberikan pengumuman agar siswa-siswi lebih berhati-hati di luar lingkungan sekolah, dan jangan percaya dengan orang asing.Anton Adrian, siswa kelas IV SD Don Bosco II diketahui diculik sejak Rabu 21 Maret lalu. Adrian diduga diculik mantan sopir ayahnya yang bernama Heri. Beberapa jam setelah menculik Adrian, Heri sempat menelepon Farley dan meminta tebusan Rp 300 juta.
(umi/nrl)











































