Diduga Sarwo Edi Dipindahkan dari RS Bhayangkara
Jumat, 23 Mar 2007 13:06 WIB
Yogyakarta - Salah satu tersangka terorisme, Sarwo Edi alias Suparjo (39) yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DI Yogyakarta kemungkinan sudah dipindahkan. Penjagaan yang dilakukan oleh Satuan Brimob Polda DIY sudah tidak seketat seperti beberapa hari sebelumnya.Berdasarkan pantauan detikcom d RS Bhayangkara di Jl Solo Km 14,5 Kalasan Sleman, Jumat (23/3/2007), satu pintu gerbang sudah dibuka lagi. Aparat Brimob juga tidak berjaga-jaga di depan pintu pagar, namun di dekat teras ruang perawatan rumah sakit. Meja dan kursi untuk memeriksa semua tamu/pengunjung rumah sakit juga sudah dipindahkan.Ketika para wartawan masuk ke semua ruang perawatan pasien tidak dilarang oleh petugas. Para petugas jaga juga tidak seaktif hari kemarin, yang langsung menanyakan kepada semua orang yang akan masuk ke rumah sakit. Mereka terlihat santai, berjaga-jaga sambil duduk di dekat teras.Semua tempat ruang perawatan dapat dimasuki. Namun ketika menanyakandi mana tempat untuk merawat Sarwo Edi, para petugas medis yang piket menyatakan tidak tahu. Bahkan di buku pencatatan daftar pasien yang masuk tidak diketemukan nama tersebut."Maaf, kita tidak tahu nama itu dan di mana ruangan rawatnya," kata salah seorang petugas piket. Setelah dicari ke seluruh tempat, Sarwo Edi alias Suparjo (39) warga Wonolelo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang itu tidak juga ditemukan. Kerena itu, ada kemungkinan Sarwo Edi sudah dipindahkan ke rumah sakit lain. Sebab Edi diduga mengalami luka parah karena punggung dan kakinya tertembak saat penyergapan di Sleman. Edi dipindah karena harus menjalani operasi di tempat lain. Kemungkinan lainnya Edi sudah sehat kemudian diperiksa petugas untuk mencari infomasi dan pengejar pelaku lainnya.
(bgs/djo)











































