Evakuasi Jenazah Korban Heli di Deli Serdang Diragukan
Jumat, 23 Mar 2007 10:25 WIB
Jakarta - Bila memang penemuan bangkai heli Bolcow TNI AD di Deli Serdang sama dengan lokasi penemuan heli pada tahun 1996, mengapa tulang belulang korban tidak dievakuasi seluruhnya? Inilah yang menjadi pertanyaan Ketua Kelompok Sadar Wisata, Sibolangit, Deli Serdang, Herman Baihahu. "Tulang masih ada, sebagian baju masih ada, kalung juga masih melekat. Kita masih menemukan gigi. Kita tidak tahu deh tulang yang dulu diserahkan kepada keluarga," ujar Herman Baihahu saat dihubungi detikcom, Jumat (23/3/2007).Herman telah mengunjungi lokasi penemuan heli di Desa Sumbeikan II, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdangpada Kamis kemarin bersama Tim SAR dan tim dari Kelompok Sadar Wisata Sibolangit. Tim masih menemukan banyak tulang dan gigi korban heli yang mengalami celaka pada 22 Agustus 1994 lalu itu. Karena itu, tim meragukan jika seluruh tulang para korban sudah diserahkan kepada keluarga.Menurut Herman, bangkai helikopter ini ditemukan pertama kali oleh 2 anggotanya yang secara rutin melakukan susur gunung. Kelompok Sadar Wisata memang terhimpun dari sejumlah anggota pencinta alam. Dari kalung bertuliskan 'Diaz Barlean, Badai Rimba 1984' yang ditemukan, mereka menghubungi Wanadri, polsek dan kecamatan setempat. Herman yang melihat langsung lokasi penemuan heli itu menilai tempat itu seperti tidak pernah tersentuh atau ditemukan sebelumnya. Serpihan helikopter tersebar di beberapa tempat, dan tulang belulang manusia masih terserak di banyak tempat. "Kalau sudah dievakuasi kan mestinya letaknya terkumpul, menurut saya belum pernah disentuh itu," lanjut dia. Mengenai apakah lokasi penemuan heli ini sama dengan penemuan heli pada 1996 lalu, Herman mengaku tidak tahu. "Tidak ada informasi yang disampaikan kepada saya pada saat itu," kata dia.
(fay/asy)











































