AS Ajak RI Bahas Sanksi Iran
Jumat, 23 Mar 2007 05:45 WIB
Washington - Menlu AS Condoleezza Rice akan berdiskusi dengan Menlu RI Hassan Wirajuda seputar sanksi PBB yang baru terhadap Iran. Draf sanksi ini tengah dikaji 10 anggota tidak tetap DK PBB termasuk Indonesia.Jubir Deplu AS Sean McCormack mengatakan, Rice akan berdiskusi dengan Menlu Hassan Wirajuda. Mereka akan membahas draf sanksi yang telah disetujui 5 anggota tetap DK PBB. Agenda ini merupakan ketiga kalinya AS mendekati Indonesia untuk membicarakan sanksi untuk Iran.Pada Senin 20 Maret 2007 lalu, Presiden AS George W Bush menelepon Presiden SBY. Rice pun telah menelepon Hassan Wirajuda. Indonesia, Qatar dan Afrika Selatan telah meminta perubahan sanksi yang melarang Iran mengekspor senjata dan meminta sanksi perdagangan dan larangan bepergian bagi sejumlah pejabat dan perusahaan."Diskusi tidak akan terbatas tentang resolusi DK PBB, tapi saya harap ini akan menghasilkan sesuatu," ujar McCormack optimis seperti dilansir AFP, Jumat (23/3/2007).Indonesia dan Qatar sebagai anggota tidak tetap DK PBB dari negara muslim, meminta perubahan paragraf yang menyebutkan tujuan "membebaskan Timur Tengah dari senjata pemusnah massal" dibawah perjanjian Non-Proliferasi. Para anggota tetap DK PBB mengatakan perubahan ini dimungkinkan, namun mereka menolak usul Afrika Selatan untuk penundaan sanksi 90 hari untuk negosiasi politik.
(fay/fay)










































