NU Gerah dengan Konflik Timur Tengah
Kamis, 22 Mar 2007 18:20 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan ormasnya tidak akan tinggal diam terhadap ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. PBNU juga menegaskan tidak akan memihak kelompok atau negara manapun terkait dengan pertemuan ulama Syiah dan Sunni April mendatang."Saya menyampaikan kepada Duta Besar AS, NU tidak bekerja untuk Irak, dan tidak bekerja untuk AS ataupun Arab Saudi. Tapi NU bekerja untuk agama, bangsa, kemanusiaan, perdamaian dan keadilan," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi usai menerima kuasa usaha Kedubes AS John A Heffern di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (22/3/2007).Hasyim menjelaskan pertemuannya dengan Heffern selama 1,5 jam selain silaturahmi juga membicarakan soal rencana pertemuan ulama Syiah dan Sunni serta membahas persoalan yang terjadi di Timur Tengah. Hasyim mengatakan, isu pertentangan Sunni dan Syiah sudah digunakan untuk kepentingan di luar agama. "Kalau kita membiarkan, ini malapetaka. Tapi NU tak berpretensi untuk bisa menyelesaikan secara utuh," katanya.Kedatangan Heffern juga untuk mengetahui posisi NU dalam konflik Timur Tengah. "NU tidak memusuhi bangsa manapun termasuk AS," ujarnya.Hasyim menjelaskan, NU sangat berkepentingan untuk meredakan ketegangan di Iran, Irak, Lebanon dan Palestina. "Itu karena kita memiliki umat Islam yang besar di dunia," paparnya.
(mar/fay)











































