Kisah Badai Rimba dari Wanadri

Kisah Badai Rimba dari Wanadri

- detikNews
Kamis, 22 Mar 2007 15:56 WIB
Jakarta - Kalung besi bertuliskan "Diaz Barlean, Badai Rimba 1984" ditemukan bersama bangkai heli dan tulang belulang manusia di Deli Serdang, Sumut. Meski demikian, ibunda Diaz tidak yakin tulang belulang itu milik anaknya."Mungkin saja kalung itu sudah berpindah tangan," kata Ny Abdul Manan saat ditemui detikcom di rumahnya di Kompleks Salendro Timur, Jl Salendro Timur VII, Bandung, Kamis (22/3/2007).Badai Rimba adalah nama angkatan pelatihan di Wanadri, perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung. "Setiap angkatan ada namanya, dan Badai Rimba itu untuk angkatan 1986," ujar Ketua Dewan Pengurus Wanadri Perwakilan Jakarta, Badawi, saat dihubungi detikcom, Kamis (22/3/2007).Dalam database Wanadri, tidak ada nama Diaz Barlean dalam angkatan Badai Rimba. "Kami banyak yang menggunakan nama samaran, tapi sepertinya tidak ada yang menggunakan nama samaran seperti itu. Kami masih menyelidiki sejauh mana keterlibatan Diaz dalam Wanadri," kata Badawi.Disampaikan dia, bisa saja Diaz pernah mengikuti pendidikan di Wanadri tetapi tidak lulus. Atau bisa saja Diaz adalah anggota muda yang tidak mendapat nomor. Karena itu, semua berkas dilihat kembali.Badawi mengaku mengenal banyak orang dari angkatan Badai Rimba. Bahkan dia pun mengenal nama Edi Murfi, orang yang sempat diduga pemilik tulang belulang di Deli Serdang. "Edi Murfi itu nama samaran. Saya ketemu dia terakhir 5-6 tahun lalu. Dia itu surveyor," imbuhnya.Menurut pria yang mempunyai nama samaran Singa ini, ada keanehan bila benar Diaz mengikuti pelatihan di Wanadri bersama angkatan Badai Rimba. Sebab Diaz lahir pada 1 Oktober 1972. Sehingga saat pelatihan digelar pada 1986, Diaz baru berusia 12 tahun."Tidak mungkin itu, sebab minimal orang yang ikut pelatihan harus berumur 17 tahun. Kalau maksimalnya malah tidak terbatas," lanjutnya.Menurut salah satu pengurus Wanadri Perwakilan Jakarta, Handoko, Wanadri tidak pernah mengeluarkan kalung untuk anggotanya. Barang-barang yang dikeluarkan pengurus hanyalah kaos, syal, dan badge."Barang-barang itu tidak boleh diberikan ke orang lain, karena hanya boleh dipakai oleh anggota, dan tidak diperjualbelikan untuk umum," kata Handoko.Dari Bandung dilaporkan, Edi Murfi mengaku memberikan tanda anggota Wanadri berupa lempeng besi kosong pada Diaz Barlean. Edi memberikan lempeng besi itu karena Diaz sangat terobsesi menjadi anggota kelompok pecinta alam Wanadri. Karena obsesi yang begitu besar itu, akhirnya Diaz mencetak sendiri namanya dan angkatan pelatihan di lempeng besi kosong itu: 'Diaz Barlean, Badai Rimba 1984'. (nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads