Ke Final LOreal e-Strat Challenge
Tim Rajawali ITB Buka Rahasia
Kamis, 22 Mar 2007 15:30 WIB
Den Haag-Bandung - Merasa jalan sukses ke Paris bukan hanya mewakili ITB, namun juga seluruh bangsa. Kepada detikcom, Tim Rajawali membuka kiat dan rahasia ke final. ilmu tak manfaat,sesal di dunia, sesal di akhirat...Dihubungi dari Den Haag, Rabu petang kemarin, (21/3/207), tim Rajawali di kampus ITB tidak keberatan membagi rahasia sukses ke final dalam kompetisi LOreal e-Strat Challenge, sebuah business game yang digelar tahunan oleh raksasa kosmetika LOreal.Tim berawak mahasiswa Strata 1 ITB Yafis Afi (Teknik Penerbangan), Pandu W. Sastrowardoyo dan Krisna Murti (Teknik Lingkungan), melaju ke final di Paris setelah menjuarai Zona 8 (Asia Tenggara dan Selatan). Sekadar tahu, total peserta tahun ini mencapai 15.000 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia.Selanjutnya di final, 18/4/2007 nanti, Rajawali akan bersaing dengan tim FreibergerMounties, Technische Universitat Bergakademie, Freiberg, Jerman (Juara Zona 1); RoC, Universita Bocconi, Milan, Italia (Juara Zona 2); Farsighted, Tambov State Technical University, Rusia (Juara Zona 3); RoadRunner, Marmara University, Turki (Juara Zona 4); BLM, Universidade Federal do Rio de Janeiro, Brazil (Juara Zona 5); Goldengopher, University of Minnesota - Carlson School of Management, AS (Juara Zona 6); dan TheChinaTeam, Shanghai Jiaotong University, Cina (Juara Zona 7).Krisna dari Rajawali mengungkapkan, bahwa simulasi bisnis LOreal e-Strat Challenge pada prinsipnya terdiri dari tiga hal, simulasi di depan komputer (analisis data), perencanaan bisnis dan presentasi."Kami melihat kesuksesan besar kami ada pada analisis data. Ini tercermin dari nilai SPI (share price index, red) kami yang ada di posisi rangking satu dunia," papar Krisna.Selain itu, menurut Krisna, masih ada kunci utama lainnya yakni menyusun rencana bisnis jangka panjang. "Tim kami sejak awal sudah menetapkan tahapan-tahapan dalam perusahaan kami. Secara garis besar tahapannya riset, marketing, dan ekspansi," imbuh mahasiswa kelahiran Jakarta, 30/9/1984 itu.Tentang rencana bisnis jangka panjang, lanjut Krisna, tim Rajawali bahkan sudah memperkirakan budget sejak awal perusahaan. Target-target untuk setiap periode ditetapkan dan terus dievaluasi. "Dalam LOreal e-Strat Challenge ini kami diberi seabreg data dan diminta untuk mengelola perusahaan supaya kinerjanya baik. Indikator kinerja baik ditentukan melalui nilai SPI," demikian Krisna, yang sehari-harinya juga aktif sebagai wartawan kampus www.itb.ac.id.Sebagai penutup, Krisna menambahkan rute kemenangan timnya, yakni bagaimana memanfaatkan data yang banyak itu menjadi keputusan-keputusan bisnis yang tepat dan mendongkrak kinerja perusahaan, antara lain meliputi image, brand awareness, penjualan, serta persepsi lingkungan dan sosial.
(es/es)











































