Mantan Guru Diduga Teroris, SMP Mahad Islam Semarang Geger
Kamis, 22 Mar 2007 14:05 WIB
Semarang - SP alias SPR alias Suparjo (40) yang ditembak di Sleman, Selasa (20/3) lalu, karena diduga terlibat terorisme, ternyata pernah mengajar di SMP Mahad Islam Semarang. Guru-guru di SMP itu pun geger."Ya jelas kaget, karena tidak menyangka seperti itu. Kami baru tahu tadi pagi setelah baca media massa. Kasihan keluarganya ya," kata Wakasek SMP Mahad Islam Siti Markanah ketika ditemui di kantornya, Jalan Citarum Selatan Semarang, Kamis (22/3/2007).Siti menjelaskan, Suparjo mengajar Matematika untuk semua kelas di SMP Mahad Islam sejak tahun 1997. Namun sekitar tahun 2003, ia tidak lagi mengajar tanpa alasan yang jelas.Lebih lanjut Siti menyatakan, Suparjo keluar saat tahun ajaran baru, sehingga ketika guru dan murid masuk sekolah, dia tak lagi kelihatan batang hidunganya. Namun beberapa tahun kemudian, Suparjo menampakkan diri di sekolah."Ketika ditanya, dia bilang tidak lagi mengajar, tapi berwiraswasta. Kami tidak tahu usaha apa dan dimana," katanya.Mengenai penampilan, Siti menyebut Suparjo sebagai orang biasa. Tidak berjenggot dan pakaian serta celananya juga biasa saja. "Kalau sekarang kami tidak tahu," ungkapnya.Siti menyatakan, selama mengajar di SMP yang berdiri sejak tahun 1975 itu, Suparjo tidak pernah berlaku janggal. Dia tidak pernah berdiskusi soal agama atau aktivitas di luar sekolah.Perempuan berjilbab itu menambahkan Suparjo tidak hanya mengajar di SMP Mahad Islam, tapi juga di beberapa sekolah lain seperti Muhammadiyah. "Yang jelas, apa yang dilakukan dia (Suparjo) tidak berkaitan dengan sekolah ini. Dia kan sudah tidak mengajar di sini," katanya seperti orang khawatir.Hingga kini, sekolah yang berada di dekat Stadion Citarum Semarang itu masih beraktivitas seperti biasa. Tak ada polisi yang 'mengobrak-abrik' data sekolah yang dindingnya bercat putih dengan kombinasi hijau itu.
(try/djo)











































