Teroris di Sleman dan Sukoharjo Jaringan Teror Bom Bali dan Jakarta

Teroris di Sleman dan Sukoharjo Jaringan Teror Bom Bali dan Jakarta

- detikNews
Kamis, 22 Mar 2007 12:42 WIB
Jakarta - Para tersangka terorisme di Sleman DI Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan jaringan peneror bom di Bali dan Jakarta. Ada tujuh orang teroris yang ditangkap Densus 88 Polri. Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai mengikuti peluncuran Kerangka Indonesia 2030 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/3/2007). "Ini rangkaian dari kegiatan yang tak lepas dari teror di Bali dan Jakarta. Kemarin di Jateng dan Jatim ditangkap tujuh orang pelaku teror ini," kata Kapolri.Selasa (20/3/2007) pukul 18.30 WIB, Densus 88 membekuk para pelaku terorisme di Depok, Sleman. Di antara yang tertangkap, dua pelaku terorisme tertembak. Seorang teroris tewa, seorang lagi mengalami luka tembak. Densus 88 juga menggerebek rumah seorang pelaku terorisme di Sukoharjo, Jawa Tengah. Di rumah pelaku terorisme bernama Sikas, polisi menemukan banyak bahan peledak, bom, senjata dan amunisi. Berikut keterangan Kapori kepada wartawan selengkapnya: Penggerebekan jaringan teroris kemarin, bagaimana?Ini rangkaian dari kegiatan yang tak lepas dari teror di Bali dan Jakarta. Kemarin di Jateng dan Jatim ditangkap tujuh orang pelaku teror ini. Juga disita sembilan pucuk senjata api yang terdiri dari tiga M-16, empat revolver dan dua FN, serta bahan peledak yang terdiri dari 200-an detonator, potasium klorat 625 kg, rangkaian sirkuit bom 40 buah, bom paralon 30 buah dan ribuan amunisi. Kini sedang dalam pengusutan mau digunakan untuk kegiatan apa itu semua. Kita bersyukur semua bisa dicegah sehingga tak terjadi hal yang merugikan masyarakat. Posisi Abu Dujana bisa diperkirakan di sekitar Yogya dan Jateng, tak jauh dari lokasi penangkapan dan penemuan bahan peledak? Saya tidak bisa sebutkan tempatnya. Ini masih benar-benar dalam penyidikan. Apakah kekuatan jaringan teroris itu melemah dengan penangkapan ini?Ini kan rangkaian dari yang lalu. Dengan langkah di Malang, Wonosobo dan kemarin sudah jelas mengurangi kekuatan mereka. Tapi juga jelas mereka juga masih ada. Kita minta bantuan masyarakat berikan informasiInstruksi khusus dari Presiden mengenai kasus ini?Agar situasi aman seperti tahun lalu dapat kita terus pertahankan. Sejauh ini kita sudah lakukan langkah-langkah konkret untuk itu Batas waktu penangkapan?Kita jangan bicara limit waktu. Kita berhadapan dengan jaringan yang punya mobilitas tinggi. Tentu kita berusaha keras untuk secepatnya. Bertahun-tahun anggota kita kerja keras, karena tidak mudah tangkap merekaArtinya memang belum aman?Selama masih dunia dan belum menuju ke surga ya belum aman, masih ada setan-setan. Ha ha ha Di dunia tidak mungkin ada keamanan yang abadi. Kita di akhirat semua. Yang penting kita berupaya dan mencegah diniMengenai permintaan pemeriksaan terhadap Hambali, apa sudah ada jawaban dari FBI? Kita masing menunggu (asy/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads