Kenali Ciri Polisi Abal-abal di Malam Hari

Kenali Ciri Polisi Abal-abal di Malam Hari

- detikNews
Kamis, 22 Mar 2007 11:55 WIB
Jakarta - Aksi polisi gadungan mulai meresahkan warga Jakarta. Polisi abal-abal ini biasanya beroperasi di malam hari. Mereka biasa memberhentikan kendaraan dengan kesalahan yang dicari-cari. Ujung-ujungnya meminta jalan damai dengan meminta sejumlah uang. Waspadalah!Pengalaman dikerjai oleh polisi gadungan ini pernah dialami oleh Rikando Somba. Warga Rawamangun, Jakarta Timur, ini sempat distop oleh polisi gadungan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dengan alasan melanggar lampu merah. "Saya bingung, karena tidak melanggar lampu merah. Lagipula, polisi itu memakai jaket dan menggunakan motor biasa, bukan patroli," kata Rikando pada detikcom, Kamis (22/3/2007).Somba curiga dengan polisi gadungan itu, karena sabuk polisi yang biasa diselempangkan di dada dari kanan ke kiri sehingga menutupi bagde nama. Mestinya sabuk itu diselempangkan dari kiri ke kanan. Hal yang mencurigakan lainnya adalah, di baju dinasnya tertulis Polres Jakarta Barat. "Ngapain personel Polres Jakarta Barat beroperasi di wilayah Jakarta Pusat," ujar pria ganteng ini. Lucunya lagi, polisi itu mengaku tengah melakukan operasi narkoba di wilayah Jakarta Pusat. Somba makin curiga ketika polisi itu langsung meminta jalan damai tanpa mau menilang terlebih dulu. "Saya waktu itu minta surat tilang tapi dia tidak mau. Saya hampir ribut dengan polisi itu karena dia meminta SIM dan STNK," kenang Rikando yang ketika itu tengah bersama pacarnya.Akhirnya karena Rikando ngotot, polisi gadungan itu pun berlalu meninggalkannya. Kejadian itu dialami Rikando pada malam hari sekitar pukul 00.30 dini hari.Hal yang sama juga dialami Mulyono, warga Tangerang. Kejadiannya pada pukul 22.30 WIB di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mulyono waktu itu memang melanggar lalu lintas dengan berbelok di tanda larangan. Setelah dia berjalan sekitar 500 meter tiba-tiba saja diberhentikan oleh polisi yang menggunakan motor Yamaha RX King.Polisi itu langsung meminta SIM dan STNK miliknya. "Surat-surat kendaraan saya mau dibawanya, tapi saya cegah. Mestinya, kalau dia polisi beneran langsung menilang bukannya mengantongi STNK dan SIM saya," ujar Mulyono.Ketika Mulyono masih bingung dengan kejadian itu, polisi itu pun menawarkan jalan damai. "Dia minta Rp 100 ribu. Waktu itu saya kasih Rp 50 ribu dan dia mau saja," ujar Mulyono.Dia melihat keanehan di polisi itu yang mengenakan jaket hitam dan tidak mau menunjukkan identitasnya. "Tapi sudahlah hitung-hitung amal," ujarnya. (mar/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads