Penderita Hemofili di Jatim Diprediksi Melonjak

Penderita Hemofili di Jatim Diprediksi Melonjak

- detikNews
Rabu, 21 Mar 2007 22:53 WIB
Surabaya - Hemofili, kenapa engkau ada padaku. Hemofili, kau telah ambil mimpiku dan menghancurkan hidupku. Kalimat itu merupakan sebait lagu yang dinyanyikan kelompok band akustik yang terdiri dari lima orang penderita hemofili dewasa.Mereka menyanyi untuk memeriahkan acara family gathering di ruang sidang Irna Anak RSU dr Soetomo, Rabu (21/3/2007).Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Hemofili Indonesia (HMHI) Jatim ini, dihadiri sekitar kurang lebih 100 pasien hemofilia atau pasien yang mengalami pembekuan darah.Selain itu, hadir pula wakil ketua HMHI Pusat Prof dr Age Soemantri SpA(K), wakil direktur pelayanan medis RSU dr Soetomo dr Teguh Sylvaranto SpAnKIC, pembina HMHI Jatim dr Ugrasena SpA(K), dan keluarga penderita hemofili yang berobat di RSU dr Soetomo. Acara family gathering tersebut dimeriahkan dengan beragam atraksi dari penderita hemofili. Seperti, koor dari sepuluh penderita hemofili. Serta, band akustik yang juga terdiri dari penderita hemofili. Hasan (16) asal Madura, salah satu pasien bercerita. Awalnya, dia rajin berobat ke dokter. Ketika usia 9 tahun, ibunya meninggal. Sehingga, tidak ada lagi orang yang menemaninya berobat. Sementara, ayahnya sibuk bekerja. "Karena tidak berobat, saya sempat tidak bisa jalan sama sekali katanya. Melihat kondisi tersebut, Yayuk langsung datang ke rumah Hasan. Dia langsung diangkut dengan mobil menuju RSU dr Soetomo untuk mendapat perawatan. "Dia mendapat perawatan intensif dari dokter. Ini karena dia putus berobat. Akhirnya dua tahun kemudian, kondisi Hasan membaik. Sehingga, bisa beraktivitas seperti teman-teman sebayanya," jelasnya. Pihaknya gembira dengan membaiknya kondisi Hasan. Bahkan, Hasan ikut dalam menyanyi seperti orang normal biasa. Sementara, Prof Age mengatakan semua elemen yang terkait dalam pengobatan penderita hemofili harus saling berkait dan kesinambungan. Elemen tersebut antara lain dokter anak, dokter gigi, laboratorium, perawat, keluarga pasien dan pengurus HMHI sendiri"Dengan pengobatan komprehensif maka pengobatan pasien akan lebih optimal," pungkasnya. Berdasar data HMHI, lanjut dia, jumlah penderita hemofili Jatim, saat ini mencapai 270 terhitung sejak 2005. Angka ini diyakini akan terus bertambah. Sehingga pengobatan komprehensif ini akan sangat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup penderita hemofili."Mereka layak hidup seperti orang normal. Oleh karena itu, dukung penderita bisa tetap hidup normal," tambahnya. (gik/mly)


Berita Terkait