Wahab Mokodongan Ingatkan Foke tentang Komitmen Duet di Pilkada
Rabu, 21 Mar 2007 20:46 WIB
Jakarta -
Mayjen (Purn) Abdul Wahab Mokodongan yakin akan dipilih Fauzi Bowo alias Foke sebagai pendampingnya dalam Pilkada DKI. Mantan Kapuspen ABRI ini mengingatkan Foke terhadap komitmen bersama yang telah dibangun selama ini. "Sebagai manusia, saya berharap kesepakatan itu jangan dilanggar," kata Wahab Mokodongan kepada wartawan di kantornya, Menara Imperium, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (21/3/2007).Bila nantinya Foke memiliki calon lain yang lebih baik dibanding dirinya untuk menjadi calon wakil gubernur, Wahab mempersilakannya. Penetapan cawagub merupakan hak Foke sebagai calon gubernur yang sudah dipilih oleh sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Bersama itu. Tapi, Wahab tidak yakin Foke mencari calon lain, selain dirinya. Lantas bagaimana bila parpol-parpol menolak Wahab? Wahab mengaku dirinya dan Foke akan terus melakukan pendekatan terhadap para pengurus pusat parpol-parpol tersebut. Berikut wawancara pria kelahiran kota Mobagu, Bolaang Mogondow, Sulawesi Utara 11 Februari 1949 ini dengan para wartawan: Anda yakin akan berpasangan dengan Foke?Ya saya yakin. Saya telah melakukan komunikasi dengan beliau sejak September 2006 hingga saat iniBagaimana kalau partai-partai menolak Anda dan memilih calon lain? Justru itu. Selama ini, saya mendapat tugas-tugas untuk melakukan pendekatan-pendekatan ke DPP partai-partai itu dalam rangka kemungkinan memunculkan calon-calon wagub yang lain, sehingga saya dan Pak Fauzi Bowo punya strategi lain. Yang jelas, tujuh partai ini positif menerima pendaftaran saya. Apa yang membuat Anda yakin Foke memilih Anda sebagai pendamping di Pilkada? Bagaimana bila nanti Foke memilih calon lain? Meskipun sejak September 2006 hingga Maret 2007 kita belum keluar dari kesepakatan, bagaimana pun juga keputusan tetap ada pada orang nomor satu, yaitu cagub. Kalau dalam detik-detik terakhir, beliau merasa ada cawagub lain yang lebih baik, silakan. Tapi selama saya mampu menerjemahkan tugas-tugas yang diberikan kepada saya, sebagai manusia, saya berharap kalau kesepakatan itu jangan dilanggar. Tapi, sekali lagi, bagaimana pun itu diserahkan kepada beliau. Apakah selama ini ada calon-calon gubernur lain yang menawar Anda sebagai cawagub? Ada yang pernah melalui telepon. Tapi tidak saya tanggapi. Saya tidak enak menyebut namanya. Tidak etis.Selama di TNI, area kerja Anda dekat dengan SBY. Apakah Anda diuntungkan oleh kedudukan SBY yang menjadi presiden dalam Pilkada nanti? Tidak ada urusan SBY dengan urusan pilkada DKI JakartaMengapa Anda tertarik menjadi cawagub?Saya tertantang karena ini miniatur dan barometer Indonesia. Kalau Jakarta dapat menghirup udara yang tenteram dan nyaman, maka Indonesia seperti itu. Tantangan di DKI ya itu, Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dan kesatuan ada di Jakarta. Bagaimana pandangan Anda terhadap calon-calon gubernur lainnya? Saya tidak menilai cagub lainnya, kecuali dari 3 orang sipil, yaitu Fauzi Bowo, Sarwono, dan Faisal Basri. Mereka punya kelebihan dan kekurangan, tapi saya nilai Pak Fauzi Bowo lebih lengkap. Termasuk prasyarat seperti kapabilitas, akseptabilitas, profesionalitas, dan pengalaman sebagai birokrat. Saya simpulkan sipil yang lebih baik sebagai cagub ya beliau. Makanya saya nyatakan siap mendampinginya.
(asy/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































