Jangan Remehkan Pengobatan Alternatif Tiongkok!

Jangan Remehkan Pengobatan Alternatif Tiongkok!

- detikNews
Rabu, 21 Mar 2007 20:12 WIB
Surabaya - Menghadapi serbuan pengobatan alternatif dari luar negeri, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) mengusulkan harus ada terobosan baru. Salah satu terobosannya, harus ada keseimbangan pengobatan medis dan alternatif.Demikian disampaikan Direktur RS Adi Husada dr Edhy Listiyo MARS dalam bincang-bincangnya dengan detikcom di RSU dr Soetomo, Surabaya, Rabu (21/3/2007).Dengan terobosan ini, Tradisional China Medicine (TCM) atau pengobatan alternatif dari Tiongkok tidak bisa diremehkan bagi kalangan medis di tanah air. Untuk itu, lanjut dia, setiap rumah sakit seyogyanya ada sekolah atau perguruan tinggi pengobatan tradisional, seperti yang dimiliki Universitas Airlangga. "Sehingga ada keseimbangan antara obat dari dokter dan obat-obat tradisional. Ini dilakukan agar masyarakat tidak terjebak tentang obat-obat 'cespleng' yang ditawarkan. Semisal, mampu menghilangkan kanker dengan tuntas dan lain-lain," tambah dia.Untuk itu Persi akan membahas masalah ini secara khusus di Surabaya dengan menggelar Seminar Nasional dan Surabaya Hospital Expo 2007 di hotel Shangri-La tanggal 11 - 13 April 2007 mendatang.Dr Edhy yang juga Ketua Hospital Expo 2007 menyatakan pelayanan kesehatan dari luar negeri dan Tradisional China Medicine di Indonesia jumlahnya tidak terhitung."Dalam seminar tersebut kita membuat tema tentang Complementary Alternative Medicine (CAM), trend arsitektur dan hukum kesehatan. Dengan harapan nantinya akan ada kebijakan pengawasan, pembinaan dan lain-lain," kata dia.Selain itu, lanjut dia, setiap TCM yang datang ke Indonesia harus bekerja di poliklinik, bukan di rumah sakit, memiliki ijazah asli, mengikuti ujian sesuai keahlian dan izin masuknya harus melewati Departemen Kesehatan. (gik/asy)


Berita Terkait