Perampok Lintas Sumatera Sikat Uang Rp 2,4 Miliar
Rabu, 21 Mar 2007 17:58 WIB
Pekanbaru - Poltabes Pekanbaru menangkap tiga pelaku perampok lintas provinsi di Sumatera. Selama beraksi di Riau, komplotan ini telah menyikat uang masyarakat mencapai Rp 2,4 miliar. Para perampok ini berasal dari Jakarta. Mereka merampok mulai dari Lampung hingga Medan, Sumatera Utara. Selama melakukan perampokan di Riau, komplotan ini dapat menyikat uang sebanyak Rp 2,4 miliar. Lantas bagaimana modus mereka dalam melakukan aksinya? Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Syafril Nursal menjelaskan kawanan ini sangat sadis. Mereka selalu mengintai toko-toko yang sepi dan memangsa nasabah bank."Mereka mengintai nasabah bank dan toko yang sepi. Bila sasaran mereka ada yang melawan, maka tak segan-segan mereka akan menembaknya. Kawanan ini menggunakan senjata api standar polisi," kata Syafril. Selain melibatkan warga di Pekanbaru dalam operasinya, enam orang perampok ini juga sering nongkrong di hotel-hotel berbintang di Pekanbaru dan Jakarta. Parampok asal Jakarta ini merupakan gembong yang sering disebut Si Neng alias Nainggolan berdarah Batak. Selama melakukan operasi di Riau, mereka telah melahap 12 korban. Sebagian nasabah bank, toko emas, dan sejumlah toko bangunan. Terakhir kalinya, dua pekan lalu mereka menyikat seorang nasabah bank sebanyak Rp 30 juta di Jl Riau, Pekanbaru. Lalu usai merampok, mereka tepergok pihak polisi. Lantas mereka menyetop mobil travel L 300 dan menodong sopirnya. Mobil travel ini pun mereka bawa kabur. Apesnya di tengah jalan lintas Timur Pekanbaru-Jambi, mobil rampasan itu kebahisan bensin. "Karena kehabisan bensin, komplotan tadi terpecah menjadi dua. Tiga orang kabur dengan bus ke Medan sedangkan tiga orang lain kabur dengan bus ke Jakarta," cerita Syafril. Mengetahui kawanan ini lari ke Jakarta, Tim Buser Poltabes Pekanbaru menyusul. Pihak kepolisian menemui mereka tengah asyik nongkrong di Hotel Cempaka, Jakarta menikmati hasil rampokannya. "Dari sana kita menangkap mereka. Namun tiga orang lagi yang kabur ke Medan, masih kita buru," kata Syafril.
(cha/asy)











































