Korban Lumpur Lapindo Galang Cap Jempol Darah
Rabu, 21 Mar 2007 16:47 WIB
Sidoarjo - Korban lumpur Lapindo dari Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk memperjuangkan cash and carry. Mereka menolak relokasi. Tekad bulat itu dibuktikan dengan cap jempol darah yang digelar korban lumpur di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jumat (21/3/2007) pukul 15.30 WIB. Setiap warga yang bersedia melakukan cap jempol darah mendapat satu blangko yang harus diisi identitasnya serta nomor kendaraan bermotor yang dimilikinya. Satu demi satu, warga yang sudah kecewa karena tuntutannya tidak digubris Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mencoblos jari jempolnya dengan jarum yang sudah disterilkan. Salah satu yang membubuhkan jempol yang telah berdarah-darah adalah Ny Rafiah. Target cap jempol darah ini nantinya ditarget bisa diikuti 1.000 warga TAS. Hingga pukul 16.30 WIB, mereka yang melakukan cap jempol darah masih 11 orang. Sementara ini cap jempol darah hanya dibubuhkan di atas kertas putih 10 x 8 cm yang tertulis 'dengan ini menyatakan ikut berjuang dan siap menghadapi segala risiko maupun tantangan.' "Kita akan berjuang bersama-sama sampai titik darah penghabisan. Darah adalah simbol perlawanan yang cocok untuk saat ini untuk mendapatkan hak-hak kita," kata Imam Suwardi, Koordinator aksi cap jempol darah. Nantinya, hasil penggalangan cap jempol darah ini akan disampaikan kepada SBY melalui Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo yang rencananya akan menggelar rapat di Surabaya Kamis (22/3/2007) besok.
(gik/asy)











































