Pesan untuk Chappy Hakim: Pilih Tim EKKT atau IAT
Rabu, 21 Mar 2007 16:35 WIB
Jakarta - Chappy Hakim yang ditunjuk Presiden SBY sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) ternyata adalah Presiden Komisaris (Preskom) Indonesian Air Transport (IAT), sebuah maskapai penerbangan di bawah bendera Bimantara. Saat ini, Chappy diminta memilih: bertahan sebagai Preskom IAT atau Ketua Timnas EKKT. Pesan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Putra Jaya Husin kepada wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/3/2007). Menurut dia, pilihan tersebut harus segera diputuskan Chappy Hakim agar masyarakat tidak menilai posisinya sarat dengan kepentingan kelompok tertentu. "Agar rekomendasi EKKT benar-benar objektif, seharusnya dia tegas untuk memutuskan pilihannya apakah akan tetap bertahan di Timnas EKKT atau di IAT," kata Putra Jaya. Politisi PAN ini menilai hasil rekomendasi Timnas EKKT yang dipimpin Chappy Hakim akan banyak menimbulkan pertanyaan publik. Karena itu, Presiden SBY akan lebih elok bila memilih pemimpin lembaga tim ini dari orang-orang yang bebas kepentingan. "Ibarat main bola, ini sesama pemain menjadi wasit. Gimana mau adil. Ya Presiden SBY akan lebih elok kalau mengganti koordinatornya dengan orang yang lebih independen, tidak punya kepentingan operator," tegas Putra Jaya. Dari data di BEJ, Chappy Hakim yang mantan KSAU itu masih duduk sebagai Preskom IAT. Beberapa hari terakhir, IAT menjadi bahan berita. Sebab, IAT membeli AdamAir, sebuah maskapai yang selama ini mendapat sorotan akibat banyaknya kecelakaan yang dialaminya. IAT membeli AdamAir di saat Chappy masih duduk sebagai Ketua EKKT.
(asy/nrl)











































