Tak Sengaja Adu Pantat, Kakek Bunuh Temannya di Tengah Laut
Rabu, 21 Mar 2007 15:41 WIB
Jakarta -
Bersama menjala ikan di laut lepas, Umar (59) dan Supomo (40) bertikai. Penyebabnya sepele. Kompak bangun dari duduk, pantat keduanya tak sengaja beradu. Duk!Tidak terima bokongnya beradu, Supomo langsung naik pitam. Dia memaki Umar. "Dasar tua bangsat, orang tua kurang ajar," teriak Supomo sambil memegang erat pinggang dan tangan Umar.Umar rupanya lebih tidak terima. Tanpa ba bi bu lagi, pisau dapur yang kebetulan sedang dipegangnya langsung dihujamkan ke dada kiri Supomo sebanyak tiga kali. Jleb, jleb, jleb. Pria warga Ngambakrejo, Grobogan, Jawa Tengah, itu pun tewas di tempat berlumur darah. KM Jimmy Wijaya II yang mereka naiki menjadi saksi bisu pembunuhan keji tersebut.Peristiwa sadis ini terjadi pada 11 Maret 2007. Saat itu, dua nelayan tersebut sedang mencari ikan di lautan lepas antara peraiaran Maladewa dan Thailand yang masih dalam kawasan teritori pemerintah Indonesia.Sepuluh hari berlayar di lautan, akhirnya Umar menyerahkan diri ke Ditpolair Polda Metro Jaya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (21/3/2007), pukul 10.00 WIB. "Saat itu kami hendak pulang. Kami berlayar mencari ikan sejak Januari. Tubuh Supomo saya masukkan ke freezer," kisah Umar geram mengingat kejadian tersebut. "Saya akui, saya menyesal," sesal Umar.Umar yang merupakan warga Kelurahan Muara Baru, Penjaringan Utara, Jakarta Utara, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat itu pula dia harus mendekam di bui. Sebuah pisau dapur berlumur darah dan jala ikan untuk membungkus mayat Supomo disita polisi sebagai bukti.Untuk sementara, menurut Kepala Seksi Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Polisi Perairan Polda Metro Jaya AKP Edi Guritno, pihaknya telah mengamankan 1 tersangka, yakni Umar."Kami terus mengembangkan. Kami masih periksa saksi-saksi. Sementara dia kami jerat dengan pasal 338 pembunuhan," kata Edi.
(ana/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































