Pernah Khianati Bulog, Ticke Sukraina Ditolak Karyawan

Pernah Khianati Bulog, Ticke Sukraina Ditolak Karyawan

- detikNews
Rabu, 21 Mar 2007 15:32 WIB
Jakarta - Dianggap tidak loyal kepada Bulog, sekitar 50 orang karyawan bulog melakukan aksi penolakan Ticke Sukraina. Ticke ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan Teknologi Informasi (TI) Bulog yang baru. Ticke dianggap tidak loyal, karena beberapa waktu lalu dia pernah disekolahkan Bulog ke Inggris. Namun setelah selesai studi, dia ke luar dari Bulog dan bekerja di tempat lain.Para karyawan Bulog menempelkan beberapa tulisan dari kardus kecil. Di antaranya bertuliskan "Tolak calon pejabat Bulog yang beristri lebih dari 1", "Tolak Ticke sekarang juga", "Ticke mana loyalitasmu?", "Ticke sang kutu loncat", "Kami sebagai karyawan Bulog tolak Ticke sebagai direksi".Tulisan ditempel di pintu masuk lobi Bulog. Mereka berdiri di lobi sambil berteriak "Hidup Sekar (serikat karyawan) Bulog dan BUMN". Salah satu karyawan dalam orasinya menuturkan, karyawan Bulog saat ini menginginkan direksi yang mengerti, memahami, dan mengayomi bawahannya, sehingga bisa bekerja lebih baik.Sebelum berdemo, para karyawan Bulog juga telah mengajukan surat resmi penolakan yang ditandatangani perwakilan Serikat Karyawan Korpri dan BUMN. Surat itu dilayangkan kepada Menneg BUMN. Dalam surat itu, mereka juga mengusulkan 8 nama direksi Bulog lainnya yang pantas menjabat direktur TI Bulog.8 orang itu adalah Staf Ahli Bidang Operasional Abdul Waris Patiwirih, Staf Ahli Bidang Penyaluran Anton Wiryanto, Kepala Divisi Anggaran Setyadarma, Kepala Divisi Akuntansi Setiabudi, Kepala Divisi Industri P Suwarno, Kepala Pengawasan Internal Miftah Taufik, Kepala Divisi TI Gunawan, dan Kepala Divisi NTB Haris Syahdan.Jika direksi masih tetap mengangkat Ticke, maka karyawan akan melakukan aksi demonstrasi sampai Ticke mengundurkan diri. Bahkan SP BUMN akan berkoordinasi dengan Serikat BUMN untuk mendemo Menneg BUMN. Aksi karyawan ini tidak dijaga aparat keamanan, karena aksi dilakukan dengan tertib dan tidak memacetkan lalu lintas. (nik/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads