Polda DIY: Tersangka Sleman Belum Terindikasi Teroris

Polda DIY: Tersangka Sleman Belum Terindikasi Teroris

- detikNews
Rabu, 21 Mar 2007 15:28 WIB
Yogyakarta - Kisah penangkapan di Sleman, Yogyakarta, semakin tidak karuan. Mabes Polri dan BIN menyebut mereka gerombolan teroris. Namun Polda DIY mengatakan, mereka hanya komplotan penjahat biasa. Mana yang benar?Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Budi Santosa, saat jumpa pers di Mapolda DIY Jl Ring Road Utara, Depok, Sleman, Yogyakarta, Rabu (21/3/2007) mengatakan belum ada indikasi bahwa para tersangka terlibat jaringan teroris."Para tersangka diduga hanya terlibat kejahatan dengan tindak kekerasan (jatanras)," kata Budi.Namun Budi mengakui, kasus ini memang ditangani oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Dalam penggerebakan itu, dua tersangka berhasil dilumpuhkan. Sebelumnya, Kepala BIN memastikan jumlah orang yang dilumpuhkan ada 5 orang."Tersangka SP (40) warga Magelang dirawat di RS Bhayangkara. Sedangkan tersangka AM (39) juga warga Mageleng tewas tertembak. Mereka ini memang TO (target operasi) Mabes Polri," ungkap Budi.Mengenai tempat kejadian, Budi mengatakan, penangkapan itu dilakukan pada 20 Maret pukul 18.30 WIB di toko besi Alam Jaya. Toko milik seorang bernama Budiman ini terletak di Dusun Karang Nongko, Desa Maguoharjo, Depok, Sleman."Barang bukti yang disita adalah 3 sepeda motor, yakni Honda Win AD 4833 MT, Honda Supra AD 3701 AT, dan Honda Supra X H 3219 ZH. Tidak ada bahan peledak yang disita dari TKP," ungkap Budi.Saat ditanya mengenai pernyataan BIN dan Mabes Polri bahwa para pelaku adalah anggota kelompok teroris, Budi enggan berkomentar banyak. "Pernyataan resmi kami ya ini," tukasnya. (djo/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads