Diduga Simpan Bahan Peledak, Polisi Kepung Rumah di Sukoharjo
Rabu, 21 Mar 2007 14:01 WIB
Solo - Polisi mengepung sebuah rumah di Dusun Pancasan RT 1 RW 3 Desa Toriyo, Sukaharjo. Diduga di dalam rumah milik petani bernama Sikas itu, terdapat bahan peledak, peluru dan granat.Namun demikian, hingga pukul 13.30 WIB, Rabu (21/3/2007) belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Kapolwil Surakarta Kombes Yotje Mende dan Kapolres Sukoharjo AKBP Handono Warih masih berada di dalam rumah tersebut.Sejumlah petugas polisi di lapangan mengatakan, benda-benda berbahaya tersebut ditanam di dalam rumah yang masih setengah jadi itu. Sedangkan Sikas sejak pukul 10.00 WIB sudah diamankan. Namun ke mana lelaki itu dibawa, para petugas tersebut enggan buka mulut.Polisi menjaga ketat seluruh akses masuk menuju rumah dengan ukuran sekitar 7 X 20 meter itu. Sejumlah personel bersenjata lengkap berdiri di setiap ujung gang dan melarang yang menuju rumah Sikas. Mereka melarang setiap warga mencoba mendekat rumah Sikas."Kita sedang menunggu tim jihandak untuk membongkar bahan-bahan peledak itu," ujar seorang anggota polisi.Sejumlah warga menghindar saat dimintai keterangan oleh detikcom mengenai Sikas. Mereka hanya mengatakan Sikas adalah petani biasa, seperti kebanyakan warga setempat. Namun seorang warga bernama Yoso (62) mengatakan, Sikas selama ini dikenal sebagai Takmir Masjid di Desa Toriyo. Selama 10 tahun terakhir, Sikas juga mendirikan sebuah kelompok pengajian."Tapi anggotanya buka orang desa sini, mereka dari luar. Sikas juga sering kedatangan tamu bermobil. Tapi kita tidak tahu apa tujuan mereka itu," ujar Yoso.Fisik Sikas digambarkan Yoso sebagai lelaki yang bertubuh pendek, gempal dan berjenggot. Pria ini juga memiliki seorang istri yang memakai cadar bernama Surani dan seorang anak.
(djo/nrl)











































