Foke Pilih Wahab Mokodongan?
Rabu, 21 Mar 2007 13:28 WIB
Jakarta - Fauzi Bowo alias Foke sudah mendapat dukungan banyak dari partai-partai politik untuk melaju sebagai gubernur DKI periode 2007-2012. Tapi, siapa pendamping Foke sebagai calon wakil gubernur (cawagub) masih gelap. Masing-masing parpol dalam Koalisi Bersama masih gontok-gontokan. Foke dikabarkan lebih memilih Wahab Mokodongan. Nama aslinya Abdul Wahab Mokodongan. Pria berusia 60-an tahun ini berasal dari kalangan TNI, meski saat ini sudah pensiun. Pada tahun 1998, Mokodongan yang berpangkat terakhir Mayor Jenderal ini pernah menjabat Kapuspen Mabes ABRI. Mokodongan juga pernah menjadi Wakil Gubernur Lemhannas. Sepak terjang Mokodongan dalam Pilkada DKI ini memang jarang tercium pers. Padahal, sebenarnya, Mokodongan juga berkeinginan untuk menjadi cagub atau cawagub DKI Jakarta. Menurut sumber detikcom, Mokodongan juga melakukan safari sowan ke sejumlah partai politik, seperti Golkar dan PPP. Namun, ternyata nama Mokodongan belum dilirik oleh partai-partai itu. Karena itu, informasi yang diterima detikcom, Mokodongan melakukan pendekatan kepada Foke, yang telah dipastikan sebagai cagub dari partai-partai politik besar, seperti PDIP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, dan sejumlah partai lain itu. Kabarnya, di tengah belum adanya kepastian mengenai cawagub dari koalisi partai-partai pendukung Foke, Foke malah sudah kepincut dengan Wahab Mokodongan. "Pak Wahab menjadi calon yang dijual ke PD, PDIP, PG dan PPP oleh Foke," kata sumber detikcom, Rabu (21/3/2007). Di bidang politik, Mokodongan sebenarnya bukan orang baru. Setelah pensiun dari kedinasan TNI, Wahab Mokodongan pernah menjadi tim sukses seniornya, Agum Gumelar, dalam pemilihan Presiden 2004 lalu. Saat itu, Agum dicalonkan sebagai calon wakil presiden oleh PPP mendampingi Hamzah Haz. Terhadap majunya Mokodongan, Foke sebenarnya juga telah menyambut baik. Selasa (20/3/2007) kemarin, Foke juga tidak mempermasalahkan pasangannya berasal dari kalangan sipil atau militer. Tentang isu ini, baik Foke atau pun Mokodongan belum bisa dikonfirmasi.
(asy/nrl)











































