Hidayat Tolak Laptop Rp 21 Juta
Rabu, 21 Mar 2007 13:25 WIB
Jakarta - Ternyata tidak semua anggota DPR senang dengan rencana bagi-bagi laptop. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid bahkan akan menolak jika dia mendapat jatah piranti seharga Rp 21 juta itu."Saya tidak memerlukannya. Saya sudah punya teman-teman yang membantu saya," kata mantan Presiden PKS ini saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2007).Politisi PKS ini mengatakan, jika anggota DPR menerima laptop itu, maka rakyat akan tambah sakit hati dengan DPR. "Janganlah dilukai lagi hati rakyat dengan laptop. Ini tidak sesuatu yang mendesak bagi anggota DPR. Laptop korelasinya sangat rendah untuk meningkatkan kinerja," terang pria kelahiran Klaten, 8 April 1960 ini.Menurut dia, rencana pembagian laptop ini dapat dijadikan momentum bagi DPR untuk merebut hati rakyat kembali. "Jadikan ini momentum untuk mengembalikan kepercayaan rakyat dengan menolak laptop," kata Hidayat.Hidayat mengatakan, pembagian laptop juga bisa menyusahkan anggota DPR sendiri, utamanya yang yang belum bisa mengoperasikan laptop.
(ken/nrl)











































