Tamiflu Bikin Jepang Kian Resah
Rabu, 21 Mar 2007 12:40 WIB
Tokyo - Obat anti flu burung Tamiflu kian menimbulkan keresahan di Jepang. Pemerintah negeri Sakura itu memerintahkan importir Tamiflu untuk mencatumkan peringatan bagi para dokter untuk hati-hati memberikan Tamiflu kepada remaja.Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Jepang seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (21/3/2007).Peringatan tersebut akan dicantumkan setelah dia remaja lagi-lagi kedapatan mencederai diri mereka dengan jatuh dari gedung setelah meminum Tamiflu. Sebelumnya pada bulan lalu, dua ABG bahkan tewas setelah loncat dari gedung tinggi. Insiden-insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Tamiflu bisa memicu gejala kejiwaan.Tamiflu merupakan obat yang dipandang efektif untuk memerangi penyakit flu burung. Obat ini diproduksi oleh perusahaan obat asal Swiss, Roche Holding. Obat ini diimpor ke Jepang oleh perusahaan Chugai Pharmaceutical."Selain mengubah peringatan untuk disebarkan pada obat ini, kami telah memerintahkan Chugai Pharmaceutical untuk meningkatkan kewaspadaan di kalangan para profesional medis mengenai adanya perilaku abnoral setelah minum Tamiflu," demikian rilis Kementerian Kesehatan Jepang.Peringatan baru tersebut termasuk kalimat: "Kecuali untuk kasus yang dinilai berisiko tinggi, hindari memberikan obat ini kepada anak remaja di atas usia 10 tahun." Dalam peringatan baru itu juga akan dibubuhi perintah agar para dokter mengingatkan mereka yang memiliki anak remaja yang sakit dan meminum Tamiflu agar tidak membiarkan pasien seorang diri."Kami telah menyampaikan kepada Roche mengenai pringatan ini," kata juru bicara Chugai Pharmaceuticals. "Kami ingin meningkatkan kewaspadaan secepat mungkin," imbuhnya.Sebelumnya, pihak Roche telah menyatakan, berdasarkan data baru dari Jepang dan AS, tidak ada hubungan pasti antara Tamiflu dan gejala kejiwaan.
(ita/nrl)











































