Masalah Klasik Transportasi RI

Masalah Klasik Transportasi RI

- detikNews
Rabu, 21 Mar 2007 07:00 WIB
Jakarta - Kecelakaan transportasi di Indonesia datang bertubi-tubi. Main mata operator dan regulator disinyalir sebagai salah satu penyebab."Kerap terjadi regulator juga menjadi operator. Ini bisa mengakibatkan konflik kepentingan," ujar pengamat transportasi dari ITB, Harun al-Rasyid Lubis dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (21/3/2007).Dicontohkan Harun adalah Pelindo. "Pelindo itu mengatur, tapi juga jadi operator," imbuh Lektor Kepala di Transportation Research Group ITB ini.Masalah di sektor transportasi ini masih ditambah dengan adanya ekonomi biaya tinggi angkutan. "Timbul juga intermodal externalities negative yang berlebihan," tambah dia.Intermodal externalities negative ini muncul akibat tidak adanya kebijakan transportasi terpadu antarmoda. Harun mencontohkan jalan Pantura Jawa yang overload dengan muatan barang."Padahal kereta api masih cukup lowong. Kalau beberapa persen dialihkan ke kereta api kan lebih baik. Jalan di Pantura kan banyak yang rusak," tambah dia.Karena itu, menurut Harun harus ada intervensi kebijakan dari top management negeri ini, yaitu presiden. Peran presiden dibutuhkan untuk turut meniadakan pungli dan membuat sinergi transportasi antarmoda."Dengan begitu akan terjadi externalities positive antar moda," tukasnya. (nvt/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads