Promosi Kebudayaan PPI Trondheim Pukau Publik Norwegia
Rabu, 21 Mar 2007 02:32 WIB
Trondheim - Disponsori KBRI Oslo dan Norwegian University of Science and Technology (NTNU), PPI Trondheim menggelar acara Indonesian Cultural Day. Sambutan publik sangat meriah.Pagelaran seni dan budaya tersebut merupakan yang pertama kali diadakan oleh PPI Tondheim (PPIT) sejak kehadiran mahasiswa Indonesia di NTNU, websites KBRI Oslo www.indonesia-oslo.no memberitakan, Selasa (20/3/2007). Hadir pada acara yang digelar Sabtu (17/3/2007) antara lain Wakil Rektor dan staf pengajar NTNU, mahasiswa asing, Wakil Pemda Trondheim, kalangan pengusaha, wartawan dan sejumlah masyarakat Indonesia yang tinggal di Trondheim.Pada kesempatan itu poster-poster pariwisata dan budaya yang disediakan di arena pagelaran ludes diserbu pengunjung. Mereka menunjukkan minat tinggi untuk mengetahui lebih jauh tentang pariwisata Indonesia.Dari Sumatera Hingga PapuaPPIT menyihir ratusan pengunjung dengan unjuk kekayaan kebudayaan Indonesia, antara lain sajian tari-tarian daerah, grup vokal lagu-lagu daerah, pemutaran film Indonesia, pameran foto dan suguhan berbagai jenis masakan Indonesia. Latar dekorasi khas Bali semakin memperkuat nuansa keindonesiaan pada acara itu. Dari tari-tarian yang ditampilkan, PPIT mengandalkan Tari Pendet, Tari Panji Semirang (Bali), Tari Merak dan Tari Jaipong Kontemporer (Jawa Barat). Gerakan dan beat musik pengiring yang ritmik dan dinamis memukau publik Norwegia dan tamu asing lainnya.Sementara itu lagu-lagu daerah yang disuguhkan antara lain Tillo Tillo (Sumatera Utara), Yamko Rambe Yamko (Papua), Waktu Hujan Sore-sore, Anak Kambing Saya (Maluku), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cublak-cublak Suweng (Jawa Tengah) dan lagu kebangsaan 17 Agustus medley dengan Halo-Halo Bandung.Selain tari dan lagu daerah, pengunjung juga dihibur dengan pemutaran film durasi pendek dengan judul Indonesian Archipelago, Ultimate in Diversity dan Janji Joni. Kemeriahan semakin meledak ketika pengunjung diajak untuk menari Jaipong dan Poco-poco.Sedikit, Semangat TinggiMenurut data KBRI Oslo per Desember 2006, mahasiswa Indonesia yang belajar pada NTNU Trondheim tidak banyak. Jumlahnya hanya 28 orang. Sebanyak empat di antaranya mengambil program S3.Meskipun jumlahnya sedikit dan berada di kota yang cukup terpencil (sekitar 539km di sebelah utara Oslo), namun semangat mereka tetap tinggi. Mereka pada umumnya mengambil bidang studi teknologi kelautan, perminyakan, kimia, hidrolik dan lingkungan, disain dan material, sibernetika, serta teknologi sipil dan transportasi.
(es/es)











































