Setoran Lancar, Anggota NII Nekat Berbuat Kriminal

Setoran Lancar, Anggota NII Nekat Berbuat Kriminal

- detikNews
Selasa, 20 Mar 2007 18:14 WIB
Bandung - Untuk memenuhi kewajiban sodaqoh yang cukup besar setiap bulannya, jamaah NII menghalalkan segala cara. Menipu orangtua, berpura-pura jadi pembantu hingga mencuri kendaraan bermotor. Hal itu dilakukan, dengan alasan orang di luar NII adalah kafir sehingga halal hartanya.Muhammad Andri (24) mengaku kapok telah masuk NII. Meskipun berdomisili di Bandung, dia direkrut masuk ke NII KW IX yang meliputi wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Dia masuk NII KW IX pada 1999 hingga 2001. "Meski saya tidak sampai mencuri, tapi saya seringkali menipu orangtua agar dikasih uang. Saya juga sering pinjam uang sama teman, tapi tidak saya kembalikan," tutur Andri di ruang tunggu Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (20/3/2007).Andri sengaja mendatangi Polda Jabar bersama lima rekan lainnya yang juga mengaku korban NII. Tiga tahun aktif di NII KW IX, dia berhasil merekrut delapan anggota dan menjadi koordinator tim atau disebut qobilah. Setiap bulannya, Andri dan delapan anggotanya diwajibkan menyetor uang ke Desa (setingkat kelurahan) sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta, atau masing-masing sekitar Rp 500 ribu.Untuk memehuni tuntutan sodaqoh itu, lanjut dia, tidak sedikit anggota NII yang melakukan segala cara, bahkan mencuri. "Kami ditanamkan doktrin bahwa orang di luar NII adalah kafir dan hartanya halal. Jadi kami merasa tidak berdosa mencuri harta di luar NII," tuturnya. Andri mengungkapkan berbagai modus pencurian yang dilakukan anggota NII. Antara lain pura-pura ikut salat di rumah teman atau orang yang tidak dikenal. "Di kamar bukannya salat, tapi malah mencari barang berharga yang bisa dicuri," katanya.Bahkan, tidak sedikit yang pura-pura menjadi pembantu. Setelah mencuri barang majikannya, lalu melarikan diri. "Jangan heran, tidak sedikit dari mereka yang terlibat pencurian kendaraan bermotor," ujar Andri. (ern/asy)


Berita Terkait