Cerita di Balik Penembakan Wakapolwiltabes Semarang
Selasa, 20 Mar 2007 15:01 WIB
Semarang -
Penembakan Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto terjadi hampir seminggu lalu. Namun kronologi dan motif penembakan itu hingga kini masih misteri. Cerita seputar tragedi itu pun mengalir.Baik Polwiltabes maupun Polda Jawa Tengah sama-sama meyakini penembakan itu dilatarbelakangi kekecewaan Briptu Hance Christianto karena hendak dimutasi ke Polres Kendal. Namun cerita lain beredar, penembakan itu dilatarbelakangi persoalan pribadi.Di lingkungan Polwiltabes, Hance dikenal 'bermasalah'. Dia terjebak dalam kehidupan malam dan pernah berurusan dengan penjaga diskotek atau pub dan sesama teman seprofesi. Terakhir, dia dikabarkan menipu sejumlah orang.Dalam kasus tersebut, Hance berlagak sebagaimana PJTKI. Ia mengaku bisa memasukkan orang dan memasang tarif tertentu. Meski kasusnya masuk ke jalur hukum (ditangani kepolisian), namun posisi Hance aman.Menurut sumber di kepolisian, posisi Hance sedikit goyah setelah dua temannya melaporkan kasus penipuan tersebut ke pimpinan. Alhasil, Hance pun dimutasi bersama 78 personel lainnya yang hingga kini belum diketahui kapan pelaksanaannya.Mengetahui dirinya akan dimutasi, kemungkinan Hance berintrospeksi. Akhirnya, dia menemukan jawaban bahwa mutasi itu tak lepas dari laporan dua temannya tersebut ke pimpinan. Hance pun menyiapkan strategi 'menghadap' Wakapolwiltabes."Dari identifikasi kronologinya, kejadian itu sudah direncanakan. Bagaimana dia mulai menyandera dari lantai satu ke lantai dua, dan sebagainya," kata Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan HS.Ketika menyandera Aiptu Titik Sumaryati dari Ruang Urusan Adimintrasi dan Tata Usaha dan Ruang Wakapolwiltabes, Rabu 14 Maret, konon Hance minta dua temannya itu dihadirkan.Hance merasa dirinya difitnah dan berharap dua temannya itu mengklarifikasi bahwa dirinya tak bermasalah. Namun tuntutan itu tak dipenuhi, sehingga dia mengamuk dengan menembak mati Wakapolwiltabes.Namun saat dikonfirmasi mengenai hal ini, baik Kapolwiltabes Kombes Guritno Sigit Wiranto maupun Kapolda Jateng menyatakan, tidak ada masalah pribadi dalam kasus tersebut."Motifnya kekecewaan karena dimutasi. Soal kenapa dia (Hance) kecewa, kita masih menyelidikanya," kata Dody di Unit Pembangkit Listrik dan Jaringan PLN Jateng-DIY, Jalan Slamet Semarang, Selasa (20/3/2007).Ada masalah pribadi? "Tidak ada indikasi masalah pribadi antara korban dan pelaku. Kalau pelaku bermasalah dengan personel lain, itu soal lain," jelasnya.
(try/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































