Temui Atasan, Polisi Semarang Dilarang Bawa Senjata

Temui Atasan, Polisi Semarang Dilarang Bawa Senjata

- detikNews
Selasa, 20 Mar 2007 14:26 WIB
Semarang - Pascapenembakan Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto, penggunaan senjata di jajaran Polwiltabes Semarang semakin diperketat. Personel Polwiltabes Semarang dilarang membawa senjata jika ingin bertemu atasan. "Ya, buat jaga-jaga. Kan siapa tahu, kejadian seperti itu (penembakan Wakapolwiltabes) terulang lagi," kata personel Sabhara Polwiltabes yang tak mau disebutkan namanya ketika ditemui di Mapolwiltabes, Jalan DR Sutomo, Selasa (20/3/2007).Kepada detikcom, personel yang bertugas menjaga pintu masuk Gedung A Mapolwiltabes itu mengaku ngeri dengan insiden tersebut. Dia tidak pernah mengerti kenapa Briptu Hance Christianto nekat membunuh Wakapolwiltabes hanya karena dimutasi."Katanya sih soal mutasi, tapi apa iya? Mutasi kan sudah biasa di lingkungan kepolisian. Kecil kemungkinan kalau hanya karena mutasi, Hance nekat seperti itu," ungkapnya.Selain harus menanggalkan senjata saat menghadap atasan, Selasa (20/3), Unit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3) Polwiltabes memeriksa izin pemakaian senjata seluruh unit. Tercatat 8 senjata yang masa izinnya sudah habis.Hingga kini, penjagaan di lingkungan Mapolwiltabes boleh dibilang cukup ketat meski sudah sedikit kendor dibanding satu dua hari setelah penembakan Wakapolwiltabes terjadi. Penjagaan lebih ketat untuk ruangan pimpinan yang berada di Gedung A.Seluruh pintu Gedung A selalu dalam kondisi tertutup. Namun di dalam ruangan terdapat beberapa anggota Provost yang siap menghadang siapa pun yang hendak masuk ke ruangan, baik lantai satu maupun lantai tiga.Sementara ruangan Wakapolwiltabes yang berada di lantai dua masih terlihat acak-acakan. Pintu kaca depan tampak jebol, jendela berlobang tertembus peluru. Terlihat juga ada kardus di luar ruangan.Di lorong lantai dua terdapat police line. Petugas juga memasang meja untuk sedikit menghambat siapa pun yang hendak lewat. Tak urung, hal ini membuat pegawai di lantai dua harus memiringkan badannya agar bisa ke ruangannya. (try/djo)


Berita Terkait