Pertarungan Ideologi Koalisi Jakarta Vs PKS Temporer
Selasa, 20 Mar 2007 13:27 WIB
Jakarta -
Faktor ideologi dalam pertarungan koalisi Jakarta pengusung Fauzi Bowo (Foke) versus PKS pengusung Adang Daradjatun menjelang Pilkada DKI Jakarta tidak akan bertahan lama. Masyarakat Jakarta tidak akan mempedulikan nuansa ideologi yang muncul antara dua kekuatan tersebut."Nuansa ideologi akhir-akhir ini makin kuat, tapi saya yakin itu hanya temporer," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Anies Baswedan usai diskusi LSI di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2007).Menurut Anies, munculnya nuansa ideologi itu menyusul pernyataan dari Sekjen PDIP Pramono Anung usai Koalisi 15 Parpol yang mendukung Foke pada 15 Maret 2007.Apalagi, lanjut Anies, rival politik yang dihadapi oleh Koalisi Jakarta adalah PKS yang notabene adalah partai Islam.Anies juga mengatakan, pada akhirnya justru masyarakat akan lebih menilai bukan pada nuansa ideologi, tapi faktor policy, yakni visi-misi membangun Jakarta."Tapi dalam perjalanannya, saya yakin yang akan muncul faktor policy, bukan ideologi. Untuk masyarakat Jakarta, ideologi partai itu penting, tapi yang lebih penting bagaimana ideologi itu diterjemahkan ke dalam kebijakan," imbuh Anies.Anies menambahkan, masyarakat Jakarta akan memilih calon gubernur di antara dua kekuatan tersebut yang dipandang mampu memimpin DKI."Ya akhirnya masyarakat akan menilai mana yang lebih pantas untuk memimpin Jakarta," tandas dia.
(nik/sss)










































