Uji Publik Perdana, 'Korbannya' 70 Calon Anggota Komnas HAM
Selasa, 20 Mar 2007 13:19 WIB
Jakarta - Ini baru pertama kalinya terjadi. Publik menguji calon anggota Komnas HAM secara langsung. Ada 70 orang yang menjadi 'korban'.Masyarakat dipersilakan menguji kemampuan masing-masing calon di bidang penegakan HAM. Masyarakat diperbolehkan mengajukan sejumlah pertanyaan.Uji publik dilakukan selama 2 hari pada 20-21 Maret 2007 di Gedung Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta.70 Calon terbagi dalam sejumlah kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8-9 orang.Mereka antara lain sejumlah aktivis di bidang HAM, kriminolog Adrianus Meliala, Johnson Panjaitan dari PBHI, dan wartawan AA Sudirman dari Suara Pembaruan.Ada juga anggota Komnas HAM yang mencalonkan lagi, antara lain Amidhan, Zoemrottin K Susilo, MM Billah, Enny Suprapto, Ruswiyati, dan M Farid."Uji publik ini bagus sekali. Masyarakat bisa langsung mempertanyakan kepada para calon tentang kompetensinya di bidang HAM. Uji publik ini juga baru pertama kali dilakukan," kata anggota panitia nasional seleksi calon anggota Komnas HAM periode 2007-2012 Azyumardi Azra di sela-sela acara, Selasa (20/3/2007).Dituturkan dia, publik bisa langsung bertanya dan memberikan penilaian, baik berupa dukungan maupun keberatan terhadap calon tertentu."Dengan begini, penetapan calon akan lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Azyumardi.Dijelaskan dia, jumlah akhir calon akan ditentukan DPR. Dari 70 orang akan dikurangi lagi, kemudian hasilnya akan diajukan ke DPR, dan jumlahnya bisa menyusut lagi.
(sss/umi)











































