Tunggui Anak Kena Flu Burung, Nur Hasan Terancam Di-PHK
Senin, 19 Mar 2007 20:41 WIB
Surabaya - Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami Nur Hasan (44). Nur Hasan terancam di-PHK dari tempatnya bekerja gara-gara menunggui anaknya, Siti Nuraini, yang diserang flu burung dirawat di RS."Saya diberitahu jika saya sudah dinonaktifkan karena 12 hari tidak bekerja,"ungkap Nur Hasan saat ditemui detikcom di RSU dr Soetomo, Surabaya, Senin (19/3/2007).Tenaga Keamanan di CV Java Indonesia Meubel di Bangsal Mojokerto ini mengaku mangkir kerja karena harus menunggui putrinya. Informasi pemecatan itu sendiri diketahui Nur Hasan dari Kepala Dusun Sumber Pandan, Bangsal, Mojokerto, Sutrisno, yang mengunjunginya hari Minggu lalu.Selain mengabarkan PHK Nur Hasan, Sutrisno juga memberikan slip gaji dan uang sebesar Rp 174.700 ribu. Uang itu merupakan gaji Nur Hasan antara tanggal 28 Februari hingga 7 Maret 2007."Saya karyawan kontrakan dan tiap 3 bulan sekali kontrak selalu diperbarui. Biasanya jika ada karyawan kontrak tidak masuk 3 hari berturut-turut tanpa izin,maka dinyatakan mengundurkan diri," jelas pria yang sudah 5 tahun bekerja itu.Nur diharuskan memperpanjang kontrak pada 25 Maret nanti. Namun Nur memilih untuk tetap menunggui anaknya."Saya cinta dengan anak-anak saya, pekerjaan bisa dicari lagi. Jadi kalau saya harus pulang untuk memperpanjang kontrak, lebih baik saya menunggu anak saya hingga bisa pulang," tambahnya dengan nada lirih.Namun malang tak dapat ditolak, anak yang ditunggui sejak 12 hari lalu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Nuraini (20) kalah melawan flu burung yang menyerangnya.Padahal Nur Hasan sudah bersiap-siap menerima PHK dirinya. Terpikir oleh Nur Hasan untuk kembali menjadi sopir, seperti yang dilakukannya dulu.Selama Nuraini dirawat di RSU dr Sutomo, Nur Hasan sekeluarga terus menunggui Nuraini. Mereka tidur di teras rumah sakit. Untuk buang hajat atau mandi dia menumpang ke kamar kecil masjid di dekat rumah sakit.
(gik/aba)











































