AdamAir Belum Yakin Kotak Hitam KI 574 Akan Diangkat
Senin, 19 Mar 2007 15:18 WIB
Jakarta -
Kotak hitam pesawat AdamAir KI 574 yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat, pada tanggal 1 Januari 2007 lalu belum jelas. PT AdamSky Connection Airline sampai saat ini masih menjajaki teknologi pengangkatan kotak hitam itu. Satu dari dua perusahaan yang angkat kotak hitam itu sudah dieliminasi."Satu dari 2 perusahaan yang direkomendasikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah kita abaikan," kata Direktur Komersil dan Juru Bicara PT AdamSky Connection Airline Gugi Pringwa Saputra ketika dihubungi detikcom, Senin (19/3/2007).Perusahaan yang dieliminasi adalah SMIT, sebuah perusahaan broker khusus penyelamatan bawah laut yang berasal dari Eropa dan memiliki perwakilan di Singapura. "SMIT tidak bisa meyakinkan kita. Pengalaman mereka hanya sampai pada kedalaman 50 meter. Kita tidak mau coba-coba," ujar Gugi.Sementara perusahaan lainnya adalah Phoenix International yang berasal dari Amerika. AdamAir pun mengharapkan Phoenix mempunyai teknologi yang bisa dipakai untuk mengangkat kotak hitam tersebut."Phoenix punya alat sendiri, tapi pengalaman mereka hanya sampai pada kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut. Sampai saat ini belum ada di seluruh dunia yang mempunyai pengalaman mengangkat dari kedalaman minus 2.000 meter," ujar Gugi.Presentasi kedua perusahaan tersebut, menurut Gugi, dilakukan sekitar tiga minggu lalu di Singapura. Presentasi juga dihadiri KNKT."Jika belum ada perusahaan yang mampu, kita minta rekomendasi perusahaan lain kepada KNKT," ujarnya.Mengenai biaya, Gugi mengatakan, belum bisa memperkirakannya. Dia masih menunggu teknologi yang bisa mengangkat kotak hitam tersebut. Jika biayanya melebihi kemampuan perusahaan, maka akan dicarikan jalan keluar lain. "Kita belum bahas jalan keluarnya," ungkap Gugi.
(nwk/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































