6 Doktor dari Hiroshima Segera Kembali Berkiprah di Tanah Air

6 Doktor dari Hiroshima Segera Kembali Berkiprah di Tanah Air

- detikNews
Senin, 19 Mar 2007 10:10 WIB
Hiroshima - Negeri Jepang menjadi negara tujuan para ilmuwan dan peneliti Indonesia untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Banyak ilmuwan Indonesia yang ingin mendapatkan gelar doktor di negeri Sakura ini, termasuk di Hiroshima. Bulan ini, akan ada enam doktor baru dari Hiroshima University yang akan pulang ke tanah air. Keenam ilmuwan yang sudah menyelesaikan program doktor (S3) di Hiroshima University itu adalah: 1. Agus Zainal Arifin (asal ITS), bidang studi Computer Science2. Budi Setyo P (asal BPPT), bidang studi Teknik Perkapalan3. Irvan Faizal (asal BPPT), bidang studi Bio Teknologi4. Joko Pitono (asal LIPI), bidang studi Ilmu Biologi5. M. Thohar Arifin (asal UNDIP), bidang studi Kedokteran6. Ahmad Darobin Lubis (asal IPB), bidang studi PeternakanKeenam doktor ini akan segera kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan institusi mereka masing-masing pada akhir bulan Maret 2007 untuk menerapkan ilmunya. Riset yang mereka lakukan untuk menyelesaikan program doktornya itu diakui oleh Jepang karena kualitasnya. Demikian informasi yang dikirimkan oleh Karmaji (mahasiswa Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC) Hirosyima University) dan Danar Praseptiangga (Sekjen Perhimpunan Pelajar Indonesia/PPI Hiroshima yang juga mahasiswa Food Science Hiroshima University) kepada detikcom, Senin (19/3/2007).Agus Zainal Arifin meneliti tentang deteksi osteoporosis menggunakan foto rahang. Penemuan Agus Zainal cukup fenomenal, karena selama ini deteksi penyakit osteoporosis itu menggunakan foto tulang yang jelas mahal. Dengan menggunakan foto rahang via dokter gigi pendeteksian osteoporosi akan lebih murah dan cepat. Irvan Faizal menemukan bakteri yang siap diberdayakan untuk memproduksi bahan pembersih non-kimiawi karena diproses secara biologis. Penemuan Irvan Faizal ini sudah mendapatkan hak atas kekakayaan intelektual (HaKI) alias paten dari Jepang. Budi Setyo menemukan metode evaluasi dan disain keselamatan kapal yang cocok untuk perairan Indonesia. Thohar Arifin yang dokter syaraf di RS Kariadi Semarang ini melakukan riset yang rumit tentang syaraf manusia. Joko Pitono meneliti pinang asli Indonesia dan memberikan nama bagi marga pinang tersebut. Sementara Ahmad Darobin Lubis meneliti tentang penggunaan onggok untuk kompos yang berdaya guna tinggi. Sebenarnya, ada satu lagi doktor dari Hiroshina University yang sudah menyelesaikan tugas belajarnya, yaitu Taufiq AS (asal BPPT) bidang studi teknik. Namun, karena melanjutkan 'post doctoral', Taufiq AS tidak akan kembali ke Indonesia pada akhir bulan ini. Riset Taufiq AS juga fenomenal. Dia membikin sensor dan alat untuk mengukur berat beban tumbukan menggunakan sensor piezo electric. Saat ini, Taufiq sudah mendapatkan hak paten dari Jepang atas temuannya itu. (asy/asy)


Berita Terkait